Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 13 Mei 2026
Selembar Upal Pecahan Seratus Ribu Hilang
BERITABALI.COM, BULELENG.
Acara yang digelar Bank Indonesia Cabang Denpasar bertajuk sosialisasi kebanksentralan bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja sebagai upaya mengenalkan mata uang Republik Indonesia dan dalam mengantisipasi penyebaran uang palsu.
Namun, justru contoh upal tersebut hilang saat ditunjukan kepada masyarakat.
“ Kita berikan dua belas mata uang kertas palsu untuk dilihat, diraba atau dirasakan, sehingga para peserta mengetahui kondisi uang palsu itu. Tapi, yang kembali hanya sebelas lembar. Satu lembar dengan pecahan seratus ribu hilang, ” ungkap seorang pemakalah dari Bank Indonesia Denpasar.
Baca juga:
Kapal Yang Angkut Anggota DPR Hilang Kontak
Wakil Rektor Universitas Panji Sakti Singaraja, Putu Sugi Ardana menyikapi hal itu, usai pelaksanaan sosialisasi tentang kebanksentralan langsung memerintahkan peserta melewati satu pintu untuk diperiksa, namun sayang, upal tersebut tidak ditemukan.
Sementara, dalam kegiatan yang berlangsung sehari di Auditorium Unipas Singaraja, Yusuf Wicaksono,
Peneliti Ekonomi pada Statistik dan Kajian Ekonomi Moneter Bank Indonesia Cabang Denpasar, memberikan sosialisasi kebanksentralan bagi dosen dan mahasiswa di Universitas Panji Sakti Singaraja.
Sosialisasi itu sebagai upaya mengantisipasi peredaran uang palsu yang selama ini mersahkan masyarakat. Termasuk tugas pokok Bank Indonesia sebagai penentu kebijakan masalah moneter.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1226 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 956 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 787 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 718 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik