Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Sering Dikomplin Pelanggan, Omzet Pengrajin Perak Anjlok
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Listrik PLN yang sering byar-pet (mati) berdampak negatif bagi pengrajin perak di Desa Singapadu, Gianyar. Akibat sering mati listrik, pengrajin tidak bisa menyelesaikan pesanan tepat waktu sehingga sering mendapat komplin (protes) dari pembeli dalam maupun luar negeri.
Menurut salah seorang pengrajin perak di Singapadu, Wayan Budi, energi listrik berpengaruh signifikan terhadap industri kerajinan perak di wilayahnya.
Akibat listrik sering mati, sejumlah pengrajin industri perak mengeluh. Selain order tersendat, mereka juga mengaku omzet kian menurun karena target pengerjaan tak tercapai.
Ya, kami sangat merasakan dampaknya, omzet kami turun hingga 30 persen, ucap I Wayan Budi, salah satu pengrajin industri kecil perak di Singapadu.
Selain penurunan omzet, buyer (pembeli) dari luar negeri yang menjadi pelanggannya kerap komplin, karena target penyelesaian barang pesanan tak sesuai jadwal.
Order (pesanan) yang diprediksi selesai seminggu bisa molor dua minggu, hal ini sangat berpengaruh pada usaha kami. Kami takut jika hal ini terus terjadi, pelanggan kami akan lari, ungkapnya.
Budi berharap pihak PLN ( Perusahaan Listrik Negara) mencari solusi sehingga pemadaman listrik tak sering terjadi.
Harapan kami PLN agar lebih maksimal untuk memperhatikan keluhan pelanggannya, dan tidak hanya rajin memutus sambungan listrik pelanggan kalau pembayaran rekening telat, ujarnya.
Reporter: bbn/art
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 302 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 183 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 100 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan