Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 18 Mei 2026
Siswa Disabilitas Berharap Diterima di SMKN 1 Sukawati
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Siswa dengan keterbatasan fisik, Si Kadek Agus Dharmayoga, asal Desa/Kecamatan Sukawati berharap diterima di SMKN 1 Sukawati.
Melalui advokasi dari Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD), Kadek Ariasa, mengajak orang tua dan anak itu menghadap pihak SMKN.
“Salah satu anak kita yang dalam keterbatasan fisik kaki lemah yang selama ini masih sekolah di SMPN 1 Sukawati bersyukur akan menyelesaikan pendidikannya sehingga wajib ada dukungan semua pihak untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya ke SMA atau SMK,” ujarnya.
KPPAD Bali sudah mengadvokasi agar anak itu melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Sukawati untuk belajar tentang komputer.
“Yang masih memungkinkan dengan kondisi keterbatasan fisik yang ada,” ujarnya.
Dari hasil pertemuan dengan Kepsek dan pimpinan SMKN 1 Sukawati, mereka sangat mendukung dan siap melayani serta memenuhi hak pendidikan anak dalam keterbatasan.
“Terlebih selama ini, sekolah sudah banyak menerima anak dalam keterbatasan atau differentbility di jurusan komputer maupun seni lukis,” ujarnya.
Dikatakan cukup banyak anak inklusi tamatan itu yang berkarya seperti pelukis dari Ubud dengan keterbatasan fisik yang bergiat di yayasan disabilitas di Gianyar. Dan ada juga anak dari Sukawati yang baru tamat tahun ini pintar dalam bidang komputer.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1548 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1167 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1015 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 894 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah