Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Suaka Menangis Rindu Istri dan Anak

Amlapura

Kamis, 7 Februari 2008, 18:13 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Putu Suaka (45), pelaku pembunuhan terhadap Aiptu I Komang Srinata (55), petugas Bagian Logistik Polres Karangasem dan tiga anggota keluarganya, yakni Ni Luh Suti (40), I Kadek Sugita (22) dan I Gede Sujana (20) tak layak untuk mendapat pengampunan. Betapa tidak, selain meracun keluarga polisi dengan potasium, residivis curanmor itu juga meracun empat orang tak berdosa di Singaraja.

Kini setelah 12 hari mendekam di sel tahanan Polres Karangasem, lelaki bertubuh gempal itu mulai mengeluh. Kamis (7/2) siang, hotel prodeo Polres Karangasem nampak sepi penghuni. Dari empat kamar yang ada di sel nan pengap itu, kini hanya dihuni dua tahanan.

Satu tahanan bernama Burik, lelaki tua asal Kubu, itu disel karena tersangkut kasus 303 (togel, red), dan satunya lagi I Putu Suaka, pembunuh berdarah dingin yang sudah membunuh delapan orang tak berdosa.Suaka yang mulai dijebloskan ke sel tahanan sejak Senin (29/1) lalu, mulai mengeluh. Dia tidak lagi tegar seperti sebelumnya. Wajahnya semakin pucat seakan tak sanggup tinggal lebih lama di ruangan lembab berukuran 3 x 4 meter itu.

 



Saat dihampiri dari balik sel, air mata Suaka mulai meleleh. Dengan tangan yang masih di borgol, dia nampak begitu sedih. Terlebih sejak 12 hari mendekam di sel tahanan, istrinya Ni Putu Darmini (20) dan keluarganya tidak ada yang menjenguknya.“Belum ada yang menengok saya,” ucapnya lirih.

Rasa kangennya sama anak, istri dan keluarga besarnya sangat kentara. Terlebih saat dia melontarkan penyesalannya terhadap perbuatan yang dilakukan. Dalam kesendirian di balik jeruji besi, dia berharap agar istri dan pihak keluarga bisa menjenguknya.“Saya rindu dan mau minta bekal untuk beli kopi sama keluarga,” harap Suaka sambil menyapu air mata yang membasahi pipinya.

Nasi sudah jadi bubur, begitulah kisah yang kini dialami lelaki berkumis lebat dengan tato sangar ditubuhnya. Memang penyesalan yang dilakukan lelaki yang kini mengungsi dirumah istri keduanya di Banjar Bengkel, Desa Alas Angker datang
terlambat. Kini tinggal harapan, agar perbuatan kejinya bisa dimaafkan istri dan keluarga, serta keluarga korban yang dibunuh.

Dia menuturkan, dalam perjalanan hidupnya dua sudah tiga kali meracun orang dengan potas. Korbannya tak tanggung-tanggung dari tiga kasus pembunuhan yang baru berhasil diungkap dia sudah membunuh delapan orang tak berdosa.

Kedelapan orang itu tak lain I Wayan Banah dan istrinya, warga Desa Sudaji, Sawan, Singaraja, I Kadek Suara dan Istrinya Ni Luh Sukesi, warga Banjar Tingkih Rapet, Desa Jineng Dalem, Singaraja. Dan terakhir Aiptu I Komang Alit Srinata dan
tiga anggota kelurganya. (Pik)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami