Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Subak Wingin, Subak Dengan Anggota Umat Hindu dan Islam
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Buleleng. Subak Wingin yang ada di Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng cukup unik, karena anggota subak bukan saja dari umat Hindu tetapi juga dari umat Islam.
Hal ini menjadikan organisasi subak sebagai unsur pemersatu dalam memupuk integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa Tegallinggah.
[pilihan-redaksi]
Demikian teruangkap dalam sebuah artikel ilmiah berjudul “Integrasi Umat Hindu Dengan Islam Di Desa Tegallinggah, Sukasada Buleleng Bali, Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah” yang dipublikasikan dalam Jurnal Pendidikan Sejarah (Widya Winataya), Volume 3 Nomor 2 Tahun 2018. Artikel ditulis oleh Nurus Shobah, I Made Pageh dan Ketut Sedana Arta dari Jurusan Pendidikan Sejarah, Universitas Pendidikan Ganesha.
Nurus Shobah dan kawan-kawan menuliskan integrasi umat Hindu dengan Islam di Desa di Subak Wingin terlihat dengan adanya bentuk penerimaan baik bangunan suci, lambang subak, dan struktur organisasi subak.
Hal itu dikarenakan subak yang ada di Desa Tegallinggah berlandasan oleh falsafah Tri Hita Karana, yang meliputi unsur parhyangan, palemahan, dan pawongan.
Unsur parhyangan yaitu unsur yang menyangkut hubungan krama subak dengan (Tuhan Yang Maha Esa), parhyangan berarti ketuhanan atau hal-hal yang berkaitan dengan keagamaaan dalam memuja Tuhan.
Hal ini diwujutkan dengan adanya bangunan suci seperti Pura, dan Langgar, sebagai bagian simbol subak, serta adanya upacarau-pacara terkait dengan siklus pertanian.
[pilihan-redaksi2]
Selain Pura dalam subak di Desa Tegallinggah juga terdapat Langgar, yaitu bangunan untuk anggota Muslim dalam melakukan kegiatan keagamaan yang di bangun secara berdampingan.
Langgar sendiri di bangun pada tahun 2013, dengan adanya bangunan suci yang di bangun secara berdampingan ini sekaligus menjadi simbol bahwa, di Tegallinggah terdapat subak yang beranggotakan umat Hindu dan Islam.
Sedangkan unsur palemahan yaitu, berupa lahan pertanian yang dimiliki oleh anggota subak. Dimana sebagian besar tanah yang ada di Desa Tegallinggah berupa perkebunan cengkeh dan berupa persawahan.
Unsur pawongan, sendiri adalah hubungan antara manusia dengan manusia, di Desa Tegallinggah subak yang ada beranggotakan umat Hindu dengan Islam. Sebagai subak yang plural, dalam menjaga kerukunan sesama anggota subak sering dilakukan musyawarah untuk kepentingan bersama.
Selain musyawarah bersama yg sering dilakukan di wantilan subak, integrasi umat Hindu dengan Islam dalam subak di Desa Tegallinggah terlihat dengan diterimanya klian subak yang beragama Islam. [bbn/ Widya Winataya/mul]
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4223 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1444 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 875 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 764 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun