Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 7 Agustus 2026
Usai Beredar Surat Kaleng, Pansel Buka Suara Soal Seleksi Dirum Tirta Hita Buleleng
BERITABALI.COM, BULELENG.
Surat kaleng yang mengatasnamakan Masyarakat Pemerhati Buleleng beredar melalui WhatsApp dan mempersoalkan hasil seleksi administrasi calon Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng. Surat tersebut mempertanyakan kelayakan sejumlah peserta yang dinyatakan lolos administrasi.
Dalam surat yang beredar itu disebutkan terdapat delapan pelamar yang mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, tujuh peserta dinyatakan lolos tahap administrasi. Namun, pengirim surat mempersoalkan empat peserta yang disebut hanya mengantongi sertifikat kompetensi air minum yang masa berlakunya telah berakhir.
Selain persoalan sertifikat kompetensi, tiga peserta lainnya juga dipersoalkan karena disebut belum pernah menduduki jabatan kepala bidang. Berdasarkan isi surat tersebut, kondisi itu dinilai membuat ketiganya belum memenuhi hierarki jabatan untuk mengikuti seleksi calon Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.
Pengirim surat juga menilai proses seleksi terkesan dilakukan untuk memenuhi kuota minimal peserta. Mereka mengaku khawatir kondisi tersebut berdampak terhadap keberlangsungan Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng yang selama ini telah meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Buleleng.
Menanggapi polemik tersebut, Sekda Buleleng Gede Suyasa yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Seleksi (Pansel) menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Ditemui Jumat (7/8), Suyasa menjelaskan setelah hasil seleksi administrasi diumumkan, panitia telah memberikan kesempatan kepada seluruh peserta maupun pihak yang keberatan untuk menyampaikan sanggahan melalui sistem daring selama tiga hari.
"Kalau memang ada yang tidak puas, kenapa pakai surat kaleng? Kan sudah ada masa sanggah secara online. Sampai batas waktu berakhir tidak ada satu pun sanggahan yang masuk, sehingga proses seleksi kami lanjutkan," ujarnya.
Suyasa juga membantah anggapan bahwa peserta wajib memiliki pengalaman sebagai kepala bidang atau kepala bagian untuk dapat mengikuti seleksi Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.
Menurutnya, persyaratan seleksi hanya mengharuskan peserta mempunyai pengalaman dalam memimpin tim. Pengalaman tersebut tidak harus didapatkan melalui jabatan kepala bidang, tetapi dapat berasal dari penugasan sebagai ketua panitia, satuan tugas maupun posisi lainnya yang menunjukkan kemampuan kepemimpinan.
"Yang penting dia sudah bekerja sesuai ketentuan dan pernah memimpin tim. Tidak ada syarat harus menjadi kepala bidang atau kepala bagian," tegasnya.
Mengenai tudingan adanya peserta yang menggunakan sertifikat kompetensi air minum yang sudah kedaluwarsa, Suyasa menyebut peserta bersangkutan telah melengkapi dokumen berupa surat keterangan dari lembaga penerbit sertifikat.
Surat tersebut menyatakan proses perpanjangan atau pengakuan kompetensi peserta masih berjalan. Dengan adanya dokumen pendukung tersebut, panitia menyatakan persyaratan administrasi peserta telah terpenuhi.
"Kalau tidak ada surat dari lembaga yang mengeluarkan sertifikat itu, tentu tidak kami luluskan. Karena sudah dilengkapi, maka persyaratan administrasinya dinyatakan memenuhi," jelasnya.
Suyasa menambahkan, tujuh peserta yang dinyatakan lolos seleksi administrasi kini berhak mengikuti tahapan berikutnya. Seleksi selanjutnya meliputi tes psikologi, wawancara dan pemaparan makalah sebelum akhirnya ditetapkan sebagai calon Direktur Umum Perumda Air Minum Tirta Hita Buleleng.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4198 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1438 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 943 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 874 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 761 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun