Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Suka Tertawa saat Sedih, Karakter Joker Disebut Alami Gangguan Emosi PBA
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Secara psikologis, sosok Joker yang kini tengah menjadi topik hangat publik disebut mengalami kondisi pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional.
[pilihan-redaksi]
Dikutip dari Suara.com yang melansir dari Mayo Clinic, pseudobulbar affect (PBA) alias inkontinensia emosional adalah jenis gangguan emosional yang ditandai dengan tangisan, tawa atau penampilan emosional yang tak terkendali.
Kondisi tersebut membuatnya tidak bisa berhenti tertawa, sekalipun dalam kondisi sedih.
Gangguan emosional ini biasanya terjadi pada orang dengan kondisi neurologis tertentu atau cedera, yang mungkin mempengaruhi cara otak mengendalikan emosi.
Jika seseorang memiliki pseudobulbar, ia akan mengalami emosi secara normal. Tetapi, terkadang mereka akan mengekspresikan emosinya secara berlebihan. Akibatnya, kondisi ini dapat terasa memalukan dan mengganggu kehidupan sehari-hari orang di sekitarnya.
Adapun gejala awal yang perlu Anda ketahui jika seseorang memiliki pseudobulbar, seperti tangisan dan tawa yang tidak terkendali hingga berlebihan. Bahkan, seseorang yang tadinya tertawa sangat berlebihan bisa secara tiba-tiba menangis.
Tangisan itulah yang menjadi tanda paling jelas bahwa seseorang memiliki inkontinensia emosional. Karena, tingkat respons emosional yang disebabkan oleh PBA juga sering mencolok.
[pilihan-redaksi2]
Contohnya, seseorang tertawa dan menangis pada situasi yang orang lain melihat itu tidak lucu maupun menyedihkan. Apalagi jika ia tertawa dan menangis dalam satu situasi yang sama secara berlebihan.
Oleh karenanya, gangguan emosional seperti ini sering kali membuat penderitanya menangis. Kondisi ini juga seringkali disalahartikan sebagai depresi.
Padahal gejala inkontinensia emosional ini biasanya hanya terjadi beberapa saat. Sedangkan depresi, biasanya menyebabkan perasaan sedih yang berkelanjutan. Selain itu, orang dengan PBA biasanya juga akan mengalami gangguan tidur dan kehilangan nafsu makan.
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3880 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1361 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 721 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun