Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Taliban Aniaya 2 Wartawan Hingga Babak Belur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dua wartawan Afghanistan yang meliput aksi protes perempuan di Kabul dipukuli habis-habisan oleh pasukan keamanan Taliban. Menyadur Sky News Kamis (9/9/2021) Human Rights Watch mengungkapkan jika Taqi Daryabi dan Nemat Naqdi, dari outlet media Etilaat-e Roz, ditahan dan dianiaya pada Selasa (7/9/2021).
Kedua pria tersebut sedang meliput aksi protes yang dilakukan oleh perempuan di kota Kabul. Mereka menuntut agar Taliban menghormati hak-hak perempuan dan anak perempuan.
Etilaat-e Roz menjelaskan bahwa petugas dari Taliban membawa kedua wartawan tersebut ke kantor polisi. Kedua wartawan tersebut kemudian dibawa ke dalam tahanan terpisah dan memukuli mereka menggunakan kabel.
Mereka berdua dibebaskan pada hari Rabu dan telah menerima perawatan medis di rumah sakit karena mengalami luka di punggung dan wajah. Zaki Daryabi, pemimpin redaksi Etilaat-e Roz, mengatakan: "Dua rekan saya ditahan dan dipukuli oleh Taliban selama empat jam."
"Karena penyiksaan terus-menerus dan brutal oleh Taliban, para wartawan sempat kehilangan kesadaran hingga empat kali," sambungnya.
"Ini tidak dapat diterima. Kami ingin Taliban membawa tentara mereka ke pengadilan. Kami dan semua organisasi media berdiri bersama melawan penyiksaan yang tidak dapat diterima ini."
Human Rights Watch mengatakan anggota Taliban yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pengunjuk rasa dan jurnalis harus dihukum.
"Pihak berwenang Taliban mengklaim bahwa mereka akan membiarkan media berfungsi selama mereka 'menghormati nilai-nilai Islam', tetapi mereka semakin mencegah wartawan melaporkan demonstrasi," jelas Patricia Gossman, direktur asosiasi Asia di Human Rights Watch.
"Taliban perlu memastikan bahwa semua jurnalis dapat melakukan pekerjaan mereka tanpa batasan yang kasar atau takut akan pembalasan," sambungnya.
Human Rights Watch juga melaporkan bahwa pihak berwenang Taliban juga menahan seorang jurnalis foto bernama Wahid Ahmadi dari Tolonews pada hari Selasa dan membebaskannya pada hari itu juga.
Pihak berwenang Taliban dilaporkan menyita kamera milik Wahid dan mencegah wartawan lain merekam protes penangkapannya.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 581 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 452 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan