Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Tarian Bhayangkara Wilwatikta, Kolaborasikan Polisi dan Seniman
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Tari kolosal Bhayangkara Wilwatikta dipentaskan usai apel HUT Bhayangkara ke-76 di Halaman Polres Gianyar, Selasa (5/7). Kolaborasi penari dari ratusan personel Polres dan seniman menceritakan sinergi kemanunggalan Gajahmada dan Kebo Iwa demi terwujudnya Nusantara.
Arsitek tarian, Made Sidia menyatakan tari kolosal ini digagas oleh Kapolres Gianyar, AKBP I Made Bayu Sutha Sartana Sebagai seniman dirinya bersama seniman lainnya yakni Nyoman Sira dan Yantu Prabawa.
“Kami mendukung program pemerintah dan Polri. Karena tanpa rasa aman kita tidak bisa berkesenian,” ujarnya.
Tarian bercerita tentang Mahapatih Gajah Mada dengan Mahapatih Kebo Iwa yang telah punya visi misi sama menyatukan Nusantara. Berarti, sejak jaman Majapahit sudah didengungkan bagaimana seharusnya bisa bersatu dalam keberagaman. Karena hanya dengan persatuan lah Indonesia bisa tangguh.
Baca juga:
Menyimak Sosok Samar di Karya Seni Made Kaek
“Dalam tarian ini, seniman dan personel Polres Gianyar bisa bersatu untuk mengilhami tegaknya Nusantara,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres AKBP I Made Bayu Sutha Sartana mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang bersama-sama mensukseskan HUT ke-76 Bhayangkara.
“Terima kasih atas doa dan dukungannya di hari Bhayangkara ke-76 ini. Kiranya Polres Gianyar tetap menjadi pelindung, pengayom dan pelayan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Gianyar,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3892 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1365 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 928 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 852 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun