Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Terdampak Pandemi, Pekerja Kapal Pesiar Bertani Sayur Organik
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Setahun masa pandemi Covid-19 berlalu tidak menyurutkan semangat untuk bertahan di tengah perekonomian yang terpuruk bagi I Gusti Made Arjana (42) warga Banjar Tengah Desa Yeh Kuning, Jembrana.
Sebagai mantan "waiter" di kapal pesiar, dirinya mengisi waktu luangnya dengan menanam sayuran organik. Dengan bermodal pengalaman pernah bercocok tanam saat kecil muncul niat untuk menanam sayuran organik.
"Di masa sulit ini akibat virus corona banyak orang dirumahkan, termasuk saya ini pulang dari berlayar, hanya untuk mengisi waktu, selain itu sayuran merupakan semua orang membutuhkan," ujar I Gusti Made Arjana Kamis (18/02/2021).
Made Arjana menambahkan, di saat sektor pariwisata terpuruk juga perekonomian yang tidak menentu ini, dirinya memiliki ide menanam berbagai jenis sayuran di lahan pribadinya.
"Dan awalnya saya menanam sayuran di rumah hanya dikonsumsi sendiri, setelah saya coba unggah di media sosial ternyata banyak warganet memesan sejumlah sayuran," imbuhnya.
Adapun jenis tanaman yang ditanam seperti, kangkung cabut, bayam hijau, bayam merah, sawi pagoda, sawi hibrida, terong, tomat, kacang panjang, pare, pokcay, kemangi, tomat, cherry, selada keriting dan lainya.
Di masa pandemi ini, I Gusti Made Arjana memotivasi para pelaku pariwisata harus lebih kreatif dan inovatif agar tidak lebih terpuruk.
"Jika nanti saya saatnya kembali bekerja di kapal pesiar maka usaha sayur ini akan diberikan kepada adik untuk mengurusnya," tuturnya seraya mengatakan penghasilan dari hasil penjualan ini cukup untuk membeli kebutuhan sehari - hari.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 579 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan