Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Ternak Burung Puyuh Tidak Populer, Tapi Potensi Besar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Burung Puyuh (Coturnix coturnik) atau bahasa Jawa Gemak merupakan komoditas ternak unggas yang kurang populer dibandingkan dengan jenis unggas lainnya (Ayam Ras Pedaging/Petelur, itik).
Akan tetapi sebenarnya Burung Puyuh mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan, karena puyuh menghasilkan pangan yang tinggi nilai gizinya dan dapat membantu penyediaan sebagian protein hewani yang dibutuhkan dalam makanan kita sehari-hari.
Peternak burung puyuh Muhammad Khoirul Anam yang biasa dipanggil Pak Anam Banjar Airanakan Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana menceritakan burung puyuh petelur dan pedaging awal dirintis pertama di Bali tahun 2011.
Bibit dibeli dari luar bali. Setelah mengetahui cara pengembangan dan merawatnya kini ia malah bisa bibit dan memelihara secara mandiri.
Selain sebagai peternak, Anam yang juga sebagai guru Biologi di MAN 3 Jembrana memelihara burung puyuh dengan jumlah kandang 12 berjumlah 4 ribu ekor burung puyuh. Masa panen setiap hari per seribu ekor 8 kg - 9 kg dilakoninya dengan keuletan dan kesabaran.
Anam menyebut harga pasaran mencapai Rp35 ribu per kilo. Harga terkadang naik turun tapi berbeda dengan telur ayam yang naiknya lebih tinggi. Harapan terhadap pemerintah selain pembinaan, pendampingan, serta modal pengembangan usaha. Sebagai usaha ini juga merupakan peluang yang bernilai ekonomi.
"Untuk pemasaran seputaran pasar dan juga dipasarkan ke seluruh kabupaten di bali. Kotoran unggas burung puyuh banyak manfaat sebagai pupuk yang ternyata bermutu tinggi. Maggot merupakan hasil yang paling optimal sebagai bahan pakan ternak ayam dan bahkan untuk pakan ikan," ungkapnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 845 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 773 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 747 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun