Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Ternyata Anak-Anak Juga Bisa Kena Hipertensi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Penyakit darah tinggi atau hipertensi sejak dulu identik dengan penyakit orangtua. Padahal kenyataannya, anak-anak juga bisa kena hipertensi.
Hipertensi pada anak sepertinya terdengar asing. Kok bisa sih anak kena hipertensi?
Muhammad Heru Muryawan, dokter spesialis anak-konsultan, berkata hipertensi memang bisa dijumpai pada anak.
"Memang seringnya pada orang dewasa tapi pada anak dijumpai. "Ini harus mendapat perhatian karena hipertensi usia dewasa bisa mulai dari masa anak-anak," kata Heru dalam webinar bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (6/2).
Secara global, prevalensi hipertensi pada anak terbilang sedikit yakni 2-4 persen di mana anak laki-laki sebanyak 15-19 persen dan anak perempuan sebanyak 7-12 persen.
Akan tetapi ketika menilik prevalensi hipertensi pada anak di Indonesia, angkanya cukup besar yakni 18,9 persen di rentang usia 6-18 tahun.
"Ini berarti kalau ada 100 anak, 19 di antaranya bisa hipertensi," imbuh Heru.
Dia menjelaskan secara umum hipertensi ada dua yakni hipertensi primer dan hipertensi sekunder. Hipertensi primer adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya, sedangkan hipertensi sekunder disebabkan penyakit penyakit lain.
Hipertensi pada anak termasuk hipertensi sekunder.
"Sekitar 97,5 persen [kasus hipertensi pada anak] karena ginjal. Inilah yang membuat alasan kenapa kita musti memperhatikan betul. Kalau lanjut, tidak ditangani dengan baik, berarti ginjalnya sakit sampai dewasa," katanya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 561 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 431 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan