Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Tes Masif dan Tes Massal Berbeda, Ini Penjelasan Achmad Yurianto
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan perbedaan antara tes masif dan tes massal yang diupayakan sebagai strategi untuk menekan peyebaran virus Covid-19 di Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Hal itu disampaikan Yuri dalam konferensi pers terkait jumlah Covid-19 dari Graha BNPB, Jakarta pada Sabtu siang.
"Arahan Presiden kita harus melakukan pengetesan secara masif, ini yang harus kita bedakan, masif dengan massal," kata Yuri, Sabtu (20/6/2020) seperti dikutip dari Liputan6.com.
Masif menurut Yuri adalah tes yang dilakukan berdasar hasil tracing, sementara tes massal dilakukan kepada siapa saja.
"Masif artinya harus ada contact tracing, jadi semua kasus yang dicurigai kontak dekat dengan yang sudah dipastikan (positif Covid-19) harus dilakukan tes untuk mencari dan mengisolasi agar tidak menjadi sumber penularan di komunitasnya," jelas dia.
"Kalau massal kan siapa pun yang datang dites," tambah Yuri.
Selain itu, saat ini kata Yuri, meski telah dilakukan tracing dan akan dilakukan tes, masih ada warga yang enggan melakukan tes karena merasa tidak sakit. Padahal, 70 persen kasus positif Covid-19 adalah mereka yang memiliki keluhan atau gejala minimum.
"Hampir 70 persen kasus positif keluhannya minimal. Masyarakat kita anggap itu tidak sakit, ya cuma batuk tapi ringan, merka mengatakan itu tidak sakit, oke oke saja," ucapnya.
Hal itu yang harus dijelaskan pada masyarakat bahwa bisa saja gejala minimun namun positif corona. "Ini yang harus (dijelaskan) pada masyarakat," dia menandaskan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 577 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan