Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 3 November 2026
Tiga Jenderal Myanmar Dihukum Mati Usai Menyerah dari Geng Pemberontak
beritabali.com/cnnindonesia.com/Tiga Jenderal Myanmar Dihukum Mati Usai Menyerah dari Geng Pemberontak
BERITABALI.COM, DUNIA.
Junta Myanmar menjatuhkan hukuman mati ke tiga jenderal militer yang menyerahkan diri bersama ratusan tentara ke kelompok pemberontak etnis di kota perbatasan China bulan lalu.
Tiga perwira militer dan ratusan tentara meletakkan senjata dan menyerahkan kota penting Laukkai di negara bagian Shan kepada Aliansi Tiga Persaudaraan, usai terlibat pertempuran selama beberapa bulan terakhir.
"Tiga brigadir jenderal termasuk komandan di kota Laukkai dijatuhi hukuman mati," kata seorang sumber militer kepada AFP.
Berdasarkan hukum militer Myanmar, meninggalkan tugas tanpa izin dapat dihukum dengan hukuman mati.
Usai penyerahan, militer dan tentara Myanmar diizinkan meninggalkan kota Laukkai oleh aliansi tersebut. Penyerahan diri ini menjadi kerugian terbesar bagi militer Myanmar dalam beberapa dekade.
Selain hukuman mati, tiga brigadir jenderal lainnya juga dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena peran mereka dalam penyerahan diri di Laukkai.
Laukkai adalah kota terbesar yang direbut oleh Aliansi Tiga Persaudaraan. Aliansi ini terdiri dari Tentara Aliansi Demokratik Nasional Myanmar (MNDAA), Tentara Arakan (AA), dan Tentara Pembebasan Nasional Ta'ang (TNLA).
Aliansi tersebut melakukan serangan mendadak di sebagian besar wilayah utara Myanmar pada Oktober 2023, dan telah merebut beberapa kota dan pusat perdagangan di sepanjang perbatasan dengan China.
Pemimpin junta Myanmar, Min Aung Hlaing, juga populer pada 2009 lalu ketika mengusir MNDAA dari Laukkai kala masih menjabat sebagai komandan regional.
Milisi kemudian terbentuk di wilayah itu, yang memperkaya diri dengan memproduksi narkoba, perjudian serta seks kepada pengunjung dari seberang perbatasan China.
Kota Laukkai kemudian terkenal karena menjadi pusat operasi penipuan online, yang mempekerjakan ribuan warga China dan negara asing lainnya untuk melakukan penipuan dan scamming lewat internet.
Sebuah sumber yang dekat dengan MNDAA baru-baru ini mengatakan kepada AFP bahwa kelompok tersebut sedang berupaya untuk membentuk pemerintahan baru di kota tersebut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 567 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 441 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 431 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan