Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Tiga Napi Main Tusuk, Lapas Kerobokan Rusuh
BERITABALI.COM, BADUNG.
Kerusuhan di Lapas Kerobokan kembali pecah. Setelah tewasnya seorang napi bernama Sule ditangan belasan napi beberapa waktu yang lalu, kini muncul kasus kekerasan lainnya. Penusukan terjadi menimpa seorang napi yang dilakukan tiga orang napi dan berujung pada perusakan fasilitas Lapas Kerobokan, pada Mingu (19/2/2012).
Korban penusukan napi diketahui bernama Made Eriyasa. Sementara napinya berjumlah tiga orang, yakni Bashori (36) terlibat kasus narkoba, Dwi Wijayanto (32) pencurian, dan Eko Mardianto kasus narkoba. Korban Made Eriyasa mengalami luka tusuk di tangan sebelah kiri sepanjang 15 sentimeter dan sudah mendapat perawatan di RSUP Sanglah. Sedangkan tiga napi saat ini sudah diamankan di Polsek Kuta Utara.
Kerusuhan sempat terjadi lantaran teman-teman korban tidak terima dan langsung memburu pelaku. Beruntung pelaku berhasil diamankan oleh petugas pengamanan setempat. Kapolres Badung, AKBP Beny Arjanto usai meninjau tempat kejadian, kepada wartawan mengatakan, saat ini situasi di dalam Lapas sudah cukup kondusif. Semua warga binaan Lapas Kerobokan, sudah berhasil ditenangkan.
"Saat ini situasi sudah kondusif dan terkendali. Sementara ketiga pelaku yang juga warga binaan LP sudah kami amankan,"ujar Beny. Saat ditanya apa pemicu dari perselisihan hingga terjadi perkelahian, orang nomor satau dijajaran Polres Badung itu belum bisa membeberkan secara pasti. "Motifnya masih kami dalami, yang jelas pelaku sudah kami amankan,"ujarnya lagi. Informasi yang beredar bentrok berdarah yang memakan korban luka itu dikabarkan karena masalah perjudian. Namun judi apa yang dimaksud hingga berita ini ditulis belum juga ada kepastian.
Sementara mengenai pisau yang dipakai pelaku untuk menusuk korban, Beny mengatakan hingga saat ini masih belum ditemukan. Namun Beny menegaskan bahwa pisau yang digunakan Bashori untuk menusuk korban didapat dari luar blok. "Saat mereka ribut, pelaku (Bashori) lari keluar dan menemukan pisau diluar blok dan pisau itulah yang digunakan untuk menusuk, pisau ini yang sampai sekarang masih kita selidiki karena bisa saja saat setelah digunakan pisau itu dibuang atau dilempar," tandasnya.
Beny tidak membantah jika imbas dari keributan itu membuat beberapa inventaris Lapas rusak. "Ya, ada beberapa kaca dan pintu yang rusak. Kerusakan ini disebabkan karena saat keributan sempat terjadi desak-desakan dan saling dorong,"bebernya. Sementara itu, Kalapas Kerobokan Bowo Nariwono mengatakan, saat ini kondisi sudah aman. Dia menegaskan perkelahian terjadi karena ada kesalahpahaman antar pelaku. "Pelaku tetap diproses secara hukum. Kejadian terjadi di luar blok, pelaku adalah penghuni blok C 2," jelasnya.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 284 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 163 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan