Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Tiga Pekerja asal Sumbawa Tewas Keracunan Gas di Malaysia
BERITABALI.COM, NTB.
Febri Putra Arisandi, Jufri, dan Adnani yang merupakan satu keluarga beralamat di Desa Mapin Rea Kecamatan Alas Barat, Kabupaten Sumbawa dikabarkan meninggal akibat keracunan gas di Malaysia.
Tiga orang ini merupakan pekerja yang tengah bekerja di proyek pemasangan kabel telekomunikasi bawah tanah di Selangor, Malaysia, Senin, 19 Desember 2022. Ketiganya diduga keracunan gas di kedalaman 5 meter. Pemprov NTB melacaknya ke Kedutaan RI di Malaysia.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi NTB, I Gede Putu Aryadi, SSos MH mengatakan, Pemprov NTB sudah mendapatkan laporan dari NTB Care perihal ini. Laporan disampaikan oleh pihak keluarganya untuk meminta bantuan pemulangan jenazah.
Gede Aryadi menjelaskan, setelah dilakukan penelusuran lanjutan kepada pihak keluarga, ketiga almarhum diketahui tidak memiliki dokumen resmi pemberangkatan ke Malaysia.
“Kita hanya dikirimi KK oleh keluarganya. Paspornya tidak ada. Katanya sih pakai paspor pelancong. Tapi tidak tahu di mana buat paspornya. Bisa jadi ke Malaysianya berangkat secara ilegal. Kita cek di sisko tidak ada data base-nya. Katanya berangkatnya dari Batam, sekitar enam bulan lalu,” kata Gede.
Oleh karena para pekerja migran tersebut tak memiliki dokumen resmi, Disnakertrans NTB hanya bisa berkoordinasi dengan kedutaan RI di Malaysia. Itu pun harus ditunjukkan dokumen pemberangkatannya untuk memudahkan pelacakan.
“Mau dilacak ke mana? Tidak ada dokumen pendukung dia di Malaysia dan bekerja. tapi kita upayakan koordinasi dengan kedutaan, atau Atase di sana. kalau dia diberangkatkan perusahaan, bisa kita tekan perusahaannya bertanggung jawab untuk seluruh prosesnya. Mungkin almarhum ini ke Malaysia tanpa perusahaan, dan kerja serabutan disana,” tegas Gede Aryadi.
Gede menegaskan, kepada masyarakat yang ingin bekerja keluar negeri, hendaknya menggunakan jalur resmi. Jika terjadi sesuatu, pemerintah bisa lebih cepat melakukan penanganan. Dan hak-haknya sebagai pekerja juga bisa diperjuangkan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5940 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4654 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2622 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2279 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2221 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan