Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Tiket Gilimanuk Dikeluhkan Mahal, Pemudik Diminta Beli via Aplikasi
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Arus pemudik yang menyeberang lewat Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, diwarnai keluhan soal mahalnya harga tiket yang dijual di sejumlah gerai pinggir jalan. Para pengendara motor mengaku kaget karena tarif yang ditawarkan mencapai Rp40.000 sampai Rp45.000 per motor.
Harga tersebut dinilai terlalu tinggi, mengingat sebelum musim mudik dimulai tarif resmi masih di bawah Rp40.000. Situasi ini membuat banyak pemudik merasa dirugikan karena dianggap dimanfaatkan di tengah ramainya arus perjalanan balik kampung.
Lebih disayangkan lagi, lonjakan harga di gerai tidak resmi ini terjadi saat PT ASDP Indonesia Ferry justru memberikan potongan tarif hingga 21 persen. Melalui aplikasi Ferizy, tarif motor yang biasanya Rp31.000 menjadi sekitar Rp18.000, atau Rp21.000 setelah ditambah biaya administrasi.
Akibatnya, pembeli tiket di gerai pinggir jalan membayar hampir dua kali lipat lebih mahal dibanding tarif resmi aplikasi.
Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menegaskan bahwa gerai-gerai tersebut bukan loket resmi milik ASDP.
Ia menyampaikan, ASDP tidak punya kewenangan langsung untuk menindak harga yang dipasang di gerai tersebut. Ia menambahkan, gerai-gerai itu hanyalah jasa perantara biasa dan bukan mitra resmi Ferizy. ASDP sendiri hanya bermitra dengan Bank Himbara. Masyarakat pun diimbau membeli tiket melalui aplikasi resmi agar terhindar dari tarif yang tidak wajar.
“Kalau beli di gerai jelas lebih mahal, itu pilihan pembeli. Kami sudah bersurat ke pihak bank untuk memberi imbauan kepada agen-agen itu, tapi tidak bisa menegur langsung,” kata Didi.
Perbedaan harga yang cukup jauh ini menjadi sorotan pada musim mudik tahun ini. Masyarakat diingatkan agar membeli tiket sendiri jauh-jauh hari untuk menghindari ulah calo atau spekulan harga.
Di sisi lain, keluhan warga soal harga tiket yang melambung langsung ditangani pihak kepolisian. Polsek Gilimanuk bersama perwakilan ASDP dan Ketua Paguyuban Loket Gilimanuk sudah memanggil dan meminta klarifikasi kepada para pemilik loket.
“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat soal adanya loket yang menjual tiket online di atas harga resmi. Begitu menerima keluhan warga, kami langsung turun mengecek,” ujar Kasi Humas Polres Jembrana, IPDA Putu Budi Arnaya, Senin 30 Maret 2026.
Pihak kepolisian memastikan semua layanan tiket di kawasan pelabuhan harus berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat. “Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan momentum mudik untuk mengambil keuntungan berlebihan. Dengan langkah ini, kami harap tidak ada warga yang merasa dirugikan lagi,” tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5710 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2542 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2193 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2183 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan