Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tiket Gilimanuk Dikeluhkan Mahal, Pemudik Diminta Beli via Aplikasi

Selasa, 31 Maret 2026, 12:49 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Tiket Gilimanuk Dikeluhkan Mahal, Pemudik Diminta Beli via Aplikasi.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Arus pemudik yang menyeberang lewat Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Jembrana, diwarnai keluhan soal mahalnya harga tiket yang dijual di sejumlah gerai pinggir jalan. Para pengendara motor mengaku kaget karena tarif yang ditawarkan mencapai Rp40.000 sampai Rp45.000 per motor.

Harga tersebut dinilai terlalu tinggi, mengingat sebelum musim mudik dimulai tarif resmi masih di bawah Rp40.000. Situasi ini membuat banyak pemudik merasa dirugikan karena dianggap dimanfaatkan di tengah ramainya arus perjalanan balik kampung.

Lebih disayangkan lagi, lonjakan harga di gerai tidak resmi ini terjadi saat PT ASDP Indonesia Ferry justru memberikan potongan tarif hingga 21 persen. Melalui aplikasi Ferizy, tarif motor yang biasanya Rp31.000 menjadi sekitar Rp18.000, atau Rp21.000 setelah ditambah biaya administrasi.

Akibatnya, pembeli tiket di gerai pinggir jalan membayar hampir dua kali lipat lebih mahal dibanding tarif resmi aplikasi.

Manajer Usaha PT ASDP Indonesia Ferry Pelabuhan Gilimanuk, Didi Juliansyah, menegaskan bahwa gerai-gerai tersebut bukan loket resmi milik ASDP.

Ia menyampaikan, ASDP tidak punya kewenangan langsung untuk menindak harga yang dipasang di gerai tersebut. Ia menambahkan, gerai-gerai itu hanyalah jasa perantara biasa dan bukan mitra resmi Ferizy. ASDP sendiri hanya bermitra dengan Bank Himbara. Masyarakat pun diimbau membeli tiket melalui aplikasi resmi agar terhindar dari tarif yang tidak wajar.

“Kalau beli di gerai jelas lebih mahal, itu pilihan pembeli. Kami sudah bersurat ke pihak bank untuk memberi imbauan kepada agen-agen itu, tapi tidak bisa menegur langsung,” kata Didi.

Perbedaan harga yang cukup jauh ini menjadi sorotan pada musim mudik tahun ini. Masyarakat diingatkan agar membeli tiket sendiri jauh-jauh hari untuk menghindari ulah calo atau spekulan harga.

Di sisi lain, keluhan warga soal harga tiket yang melambung langsung ditangani pihak kepolisian. Polsek Gilimanuk bersama perwakilan ASDP dan Ketua Paguyuban Loket Gilimanuk sudah memanggil dan meminta klarifikasi kepada para pemilik loket.

“Kami menindaklanjuti laporan masyarakat soal adanya loket yang menjual tiket online di atas harga resmi. Begitu menerima keluhan warga, kami langsung turun mengecek,” ujar Kasi Humas Polres Jembrana, IPDA Putu Budi Arnaya, Senin 30 Maret 2026.

Pihak kepolisian memastikan semua layanan tiket di kawasan pelabuhan harus berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan masyarakat. “Tidak boleh ada pihak yang memanfaatkan momentum mudik untuk mengambil keuntungan berlebihan. Dengan langkah ini, kami harap tidak ada warga yang merasa dirugikan lagi,” tegasnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jbr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami