Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 2 November 2026
Tim Media Kandidat Pilkada Diingatkan Jangan Ada Konten Rusak Keutuhan NKRI
Minggu, 18 Februari 2018,
14:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tim media kandidat Pilkada serentak 2018 diingatkan agar jangan ada konten yang merusak keutuhan NKRI dan merusak kepentingan Pilkada nasional 2018Direktur Eksekutif Komunikonten, Hariqo Wibawa Satria menuturkan semua tim media kandidat yang bertarung di Pilkada 2018 harus didorong memproduksi konten-konten yang benar dan bermanfaat.
[pilihan-redaksi]
"Ada 17 Provinsi, 39 Kota, 115 Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada Serentak pada 2018, semua kandidat tentunya memiliki tim media. Kesadaran yang harus disuburkan adalah bahwa mereka tidak boleh berfikir pendek untuk memenangkan Pilkada saja, namun juga bagaimana merawat Pancasila dan memperkokoh NKRI," ujarnya hari ini Minggu (18/2) jelang diskusi yang dihelat Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) berkerjasama dengan Trenzing (komunitas Pembuat Konten) di Jakarta.
"Ada 17 Provinsi, 39 Kota, 115 Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada Serentak pada 2018, semua kandidat tentunya memiliki tim media. Kesadaran yang harus disuburkan adalah bahwa mereka tidak boleh berfikir pendek untuk memenangkan Pilkada saja, namun juga bagaimana merawat Pancasila dan memperkokoh NKRI," ujarnya hari ini Minggu (18/2) jelang diskusi yang dihelat Komunikonten (Institut Media Sosial dan Diplomasi) berkerjasama dengan Trenzing (komunitas Pembuat Konten) di Jakarta.
Gelaran diskusi yang akan mengangkat tema "Peran Jurnalis dan Warganet Mencegah Kampanye Hitam dan Isu SARA di Pilkada Serentak 2018 Guna Menjaga Kesatuan NKRI" itu dilaksanakan di Bogor pada Senin (19/2) besok.
Hariqo menambahkan, setiap tim media sosial kandidat dalam Pilkada Serentak 2018 harus berkompetisi memenangkan kandidatnya, itu pasti. Namun tim media sosial kandidat tersebut juga harus berkolaborasi menjaga pilkada Serentak 2018 dari kampanye hitam dan politisasi sara demi masa depan NKRI. Pilkada serentak lebih dari sekedar ujian berdemokrasi, namun juga ujian dalam berbangsa dan bernegara.
[pilihan-redaksi2]
“Siapa yang diuji?, semuanya pemerintah, penyelenggara pilkada, pengawas pilkada, masyarakat, jurnalis, organisasi, kampus dll. Diskusi ini memfokuskan pada upaya peningkatan kapasitas dan kepedulian jurnalis dan warganet dalam mencegah isu sara dan kampanye hitam di Pilkada Serentak 2018 guna menjaga Persatuan NKRI,” ungkapnya.
“Siapa yang diuji?, semuanya pemerintah, penyelenggara pilkada, pengawas pilkada, masyarakat, jurnalis, organisasi, kampus dll. Diskusi ini memfokuskan pada upaya peningkatan kapasitas dan kepedulian jurnalis dan warganet dalam mencegah isu sara dan kampanye hitam di Pilkada Serentak 2018 guna menjaga Persatuan NKRI,” ungkapnya.
Hadir menjadi narasumber pada Diskusi Publik tersebut adalah Wahyu Setiawan (Anggota KPU RI), Hariqo Wibawa Satria (Direktur Eksekutif Komunikonten), Ridwan Budiman (Pegiat Literasi Media), dan Yophiandi Kurniawan (Praktisi Media). Sementara yang menjadi narasumber adalah Nihrawati (Pemred Media Lokal).
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
02
03
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 317 Kali
04
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 201 Kali
05
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 114 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026