Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Timnas vs Uzbekistan, Begini Analisa Ketua PSSI Bali
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemain tim nasional (timnas) sepakbola U-23 yang sedang berlaga di tingkat internasional harus didukung. Itu diungkapkan oleh Ketum PSSI Bali Ketut Suardana.
"Perjuangan Timnas harus kita dukung dengan doa terus menerus, Garuda Muda kita, saya yakin mereka ingin mempersembahkan yang terbaik untuk Bangsa dan Negara dengan segala kemampuan yang ada pada mereka," ujar Ketut Suardana.
Dikatakan bahwa timnas pasti akan berjuang habis-habisan seperti yang mereka sudah tunjukan di babak penyisihan dan di delapan final lalu. "Adanya perubahan yang luar biasa di tangan STY (Shin Tae-yong) dan sentuhan dan spot dari Ketum PSSI Erick Thohir, melahirkan pemain yang berkarakter, gentle dengan berpenampilan yang anggun di lapangan, yang membuka mata kita dan dunia," jelas dia.
Dia kembali berharap masyarakat mendoakan supaya timnas bisa bermain sesuai sesuai instruksi pelatih. "Harapan agar Dewi keberuntungan memihak para Satria kita di lapangan nanti. Melawan Uzbekistan dari penampilan selama fase sebelum sampai di Semifinal juga luar biasa dengan melumat lawan," ungkap dia bangga.
Lebih lanjut dikatakan, dengan karakter bermain Timnas kita sekarang, diperkirakan lawan akan berpikir berat juga menghadapi Indonesia di tangan STY.
"Ayo dukung dan Doakan Timnas bisa melumat Uzbekistan dan Indonesia bisa melaju ke Olympiade Prancis," ajak dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 577 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 448 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 438 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan