Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Trotoar Pasar Tematik Ubud Rusak, Disperindag Siapkan Solusi Cepat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kerusakan trotoar di Pasar Tematik Ubud terjadi akibat kendaraan bertonase besar. Disperindag Gianyar siapkan solusi cepat agar lalu lintas wisata tetap lancar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gianyar, Luh Eka Suary menyatakan kerusakan ini terjadi akibat pemanfaatan area tersebut oleh kendaraan bertonase besar seperti bus pariwisata dan mobil travel, yang sebelumnya tidak dirancang untuk menampung beban berat.
Dikatakannya, area drop zone sejatinya dilapisi batu andesit dan diperuntukkan hanya bagi kendaraan kecil serta akses pejalan kaki. Namun, dalam praktiknya, area ini justru berubah fungsi menjadi lokasi menurunkan dan menjemput penumpang oleh kendaraan besar, yang mempercepat kerusakan.
“Area tersebut dirancang untuk pejalan kaki dan kendaraan ringan. Kini malah dipakai kendaraan berat, tentu ini berdampak pada struktur batu andesit yang cepat rusak,” ujar Eka Suary, Rabu (7/5).
Melihat kondisi yang kian padat dan potensi terganggunya kelancaran lalu lintas di pusat Ubud, Disperindag bergerak cepat dengan berkoordinasi bersama instansi terkait, seperti BPKAD, Dinas PUPR, dan Dinas Perhubungan.
Sebagai solusi jangka pendek, perbaikan akan dilakukan dengan pelapisan aspal, demi menghindari kemacetan parah jika tetap menggunakan batu andesit yang memerlukan waktu pengerjaan lebih lama.
“Solusi cepat dengan aspal ini untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Kami prioritaskan efisiensi karena kawasan Ubud merupakan pusat aktivitas wisata,” jelasnya.
Disperindag juga mengimbau semua pihak, termasuk pelaku usaha pariwisata dan masyarakat, agar lebih disiplin dalam memanfaatkan fasilitas publik. Eka Suary menegaskan bahwa keberlanjutan infrastruktur wisata tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran kolektif untuk menjaga fungsi sarana sesuai peruntukannya.
“Kesadaran pengguna sangat krusial. Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua pihak harus ikut menjaga agar tidak terjadi penyalahgunaan, seperti menjadikan area publik sebagai tempat ngetem,” tutup dia.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 314 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 192 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 106 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan