Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
Usai Bertemu Jokowi, Marga Kogoya Siap Bantu Bebaskan Pilot Susi Air
beritabali.com/cnnindonesia.com/Usai Bertemu Jokowi, Marga Kogoya Siap Bantu Bebaskan Pilot Susi Air
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Lenis Kogoya menyatakan kesiapan marga Kogoya ikut membebaskan pilot Susi Air Philip Mark Mehrtens.
Lenis menyampaikan pernyataan itu saat menemui Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta. Lenis menyarankan ke Jokowi agar masalah ini diselesaikan tanpa kekerasan.
"Kami marga Kogoya turun tangan supaya kami ajak janganlah pembunuhan, enggak baik," kata Lenis usai bertemu Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/3).
Dia mengatakan perwakilan marga Kogoya akan mengunjungi markas Organisasi Papua Merdeka (OPM)--aparat Indonesia menyebut milis OPM sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata--dalam waktu dekat. Mereka akan melobi Egianus untuk membebaskan Philip tanpa paksaan.
Lenis percaya Egianus dan OPM punya tujuan yang sama dengan masyarakat Papua lainnya, yaitu kesejahteraan. Namun, OPM dan Egianus menempuh cara berbeda dengan memisahkan Papua dari Indonesia.
Lenis akan mengajak gerbong OPM untuk bergabung dengan pemerintah Indonesia. Sebagai gantinya, Egianus dan kawan-kawan bisa ikut membangun provinsi-provinsi baru lewat DPRD.
Dia mendorong semua pihak untuk menghentikan konflik di Papua. Lenis ingin semua elemen bangsa Indonesia membangun Papua bersama-sama.
"Tadi Pak Presiden sudah kita sampaikan maka di Papua tidak ada lagi pembantaian, tetapi kedamaian harus diutamakan," ucapnya.
Sebelumnya, pilot Susi Air Philip Mark Merthens disandera oleh OPM. Penyanderaan dilakukan usai OPM menyerang pesawat Susi Air di Bandara Paro, Nduga, 7 Februari.
Sudah sekitar 1,5 bulan Philip dalam sekapan OPM. Menko Polhukam Mahfud MD menyebut TNI dan Polri hampir menyerbu markas OPM untuk menyelamatkan Philip. Namun, niat itu dibatalkan karena Selandia Baru ingin warga negaranya kembali dalam keadaan selamat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4504 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2316 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1953 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1590 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1033 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun