Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Usai Jembatan Diserang, Kamp Militer Rusia di Crimea Kebakaran
BERITABALI.COM, DUNIA.
Kebakaran terjadi di tempat pelatihan militer di distrik Kirovske di Semenanjung Crimea, wilayah Ukraina yang dicaplok Rusia sejak 2014 lalu, pada Selasa (18/7).
Kebakaran ini memaksa lebih dari 2.000 orang dievakuasi dan mengharuskan pihak berwenang menutup sejumlah jalan raya terdekat.
"Direncanakan untuk mengevakuasi sementara penduduk dari empat pemukiman. (Evakuasi) ini lebih dari 2.000 orang," kata Gubernur Crimea yang diangkat Rusia, Sergei Aksyonov, melalui Telegram.
Aksyonov mengatakan Jalan Raya Tavrida dekat lokasi kebakaran juga terpaksa ditutup sebagian. Meski begitu, ia tak memberikan alasan soal penutupan tersebut.
Saluran Telegram Rusia yang terhubung dengan dinas keamanan Rusia dan media Ukraina juga melaporkan bahwa depot amunisi terbakar di pangkalan tersebut setelah Ukraina melancarkan serangan udara semalaman.
Namun, Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut secara independen.
Kebakaran kamp militer ini terjadi beberapa hari setelah serangan kembali menerjang Jembatan Kerch, Crimea. Rusia menuduh Ukraina yang melancarkan "serangan teroris" tersebut dan bersumpah akan membalas.
Rusia tak lama melancarkan serangan ke Odessa, wilayah Ukraina, sebagai balasan atas serangan ke Jembatan Kerch yang menghubungkan Rusia dengan Crimea.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1915 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1741 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1295 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1164 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah