Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 31 Agustus 2026
Viral Bule Ngajarin Makan Nasi Putih Pakai Garpu dan Pisau
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Di Asia, nasi sering dimakan dengan menggunakan sumpit, sendok, atau tangan kosong. Namun, seorang bule yang merupakan ahli etiket Inggris menemukan cara lain untuk melakukannya.
Dalam video TikTok yang telah dihapus, Lucy Challenger mengungkapkan bahwa harus menghindari menyendoki nasi dengan garpu. Lalu, karena ada sendok tepat di depannya, banyak orang berpikir dia akan mengambil sendok dan menggunakannya.
Namun, Lucy mengambil pisau meja dan menjelaskan cara makan sepiring nasi dengan garpu dan pisau.
“Cukup masukkan garpu ke dalam makanan, dorong nasi di atas garpu, lalu masukkan ke dalam mulut dengan rapi.”
Dia menambahkan bahwa hidangan lain sering disajikan bersama dengan nasi dan kita bisa mendorong hidangan bersama dengan nasi ke atas garpu.
"Ini membuatnya lebih mudah untuk makan," klaim Lucy.
Video yang dihapus berhasil menemukan jalan kembali online dan sejak itu beredar di media sosial.
Tapi hal itu membuat banyak orang, terutama masyarakat Asia seperti Indonesia, dan juga Malaysia. Banyak yang menyarankannya makan menggunakan tangan, dibanding dengan garpu dan pisau.
"Apa gunanya sendok," ujar salah saeorang warganet di Twitter. (Sumber: Suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4754 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2565 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2195 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1822 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1244 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun