Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Vitamin K Diyakini Bisa Lawan Virus Corona
BERITABALI.COM, DUNIA.
Vitamin K yang bisa ditemukan pada bayam, brokoli, telur, dan keju, diyakini oleh para peneliti di Belanda bisa membantu melawan infeksi virus corona baru Sars-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19.
[pilihan-redaksi]
Keyakinan itu diperoleh setelah para ilmuwan menemukan bahwa pasien Covid-19 yang meninggal atau dirawat di fasilitas darurat rata-rata mengalami kekurangan vitamin K, demikian dilaporkan The Guardian.
Dalam studinya, para ilmuwan meneliti pasien-pasien yang dirawat di Rumah Sakit Canisius Wilhelmina, Nijmegen. Mereka meneliti 134 pasien Covid-19 antara 12 Maret - 11 April. Sebagai pembanding, para ilmuwan mengamati 184 pasien penyakit lain yang memiliki usia sama dengan para pasien Covid-19 tersebut.
Covid-19 diketahui bisa menyebabkan pembekuan atau penggumpalan darah dan memicu degradasi serat-serat elastis di paru-paru. Vitamin K, di sisi lain, diketahui menghasilkan protein yang mengurangi pembekuan darah serta bisa melindungi paru-paru dari penyakit.
"Kita sedang berada dalam situasi mengerikan. Kita memiliki intervensi yang tak punya efek samping... yang sangat aman," kata Rob Janssen, ilmuwan yang terlibat dalam studi itu.
Meski demikian Janssen mengingatkan bahwa vitamin K tak bisa dikonsumsi oleh pasien yang sedang mengonsumsi obat anti-pembekuan darah.
"Saran saya adalah, konsumsilah suplemen vitamin K. Bahkan jika ia tidak punya efek terhadap Covid-19, vitamin ini bagus untuk pembuluh darah, tulang, dan juga paru-paru," beber dia.
Ia menjelaskan bahwa di alam, terdapat vitamin K1 dan K2. Biasanya K1 ditemukan pada bayam, brokoli, sayuran hijau, blue berry, semua jenis buah-buahan serta sayuran.
"Sementara K2, yang lebih mudah diserap tubuh, ditemukan pada keju Belanda, juga keju Prancis," lanjut Janssen.
Tetapi secara khusus Janssen menyebut natto, panganan Jepang yang terbuat dari kedelai, sebagai makanan yang mengandung banyak vitamin K2 dan bisa menjadi senjata melawan Covid-19.
"Saya pernah bekerja sama dengan ilmuwan Jepang di London dan dia bilang, sangat mengejutkan ada daerah-daerah di Jepang yang warganya sering mengonsumsi natto, di sana tak seorang pun meninggal karena Covid-19," tutur Janssen.
Kini Janssen dan timnya sedang mencari pendanaan untuk menggelar uji coba klinis terkait kemanjuran vitamin K terhadap Covid-19.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 302 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 183 Kali
Ojol Rebutan Pelanggan di Pantai Suluban Pecatu, Polisi Turun Tangan
Dibaca: 100 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan