Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Warga Ukraina Korban Ledakan Bendungan: Rusia Tak Bisa Dimaafkan
BERITABALI.COM, DUNIA.
Belasan ribu warga terdampak bendungan raksasa Ukraina yang meledak dan hancur, terpaksa mengungsi akibat air yang meluap memicu banjir.
Insiden bendungan Nova Kakhovka yang terjadi pada Selasa (6/6) waktu setempat, membuat pemerintah setempat harus mengevakuasi warga dengan kapal dan truk militer.
Seorang warga yang tinggal di kota Kherson Oblast mengaku harus meninggalkan rumahnya bersama keluarga, setelah banjir datang.
"Rusia telah meledakkan bendungan dan tidak memikirkan konsekuensinya. Mereka seharusnya tidak bisa dimaafkan," kata Oleksandr Sokeryn warga Kherson, seperti dikutip Associated Press.
Dini hari pada Selasa (6/6) sebelum banjir datang, banyak warga yang memilih bertahan. Namun karena permukaan air di jalan naik hampir setinggi gedung dua lantai, tim penyelamat langsung menyebar untuk menyelamatkan warga yang terdampar.
Pemerintah kota setempat mengatakan jebolnya bendungan itu sejauh ini tidak menimbulkan korban sipil. Namun air yang meluap dan membanjiri permukiman, diperkirakan akan berlangsung hingga berhari-hari.
Diperkirakan sekitar 22 ribu orang tinggal di daerah yang berisiko banjir di daerah yang dikuasai Rusia di sisi timur sungai. Sementara itu 16 ribu orang tinggal di zona paling kritis di wilayah yang dikuasai Ukraina di sisi barat.
Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan 16 ribu orang kehilangan rumah mereka. Kini berbagai upaya dilakukan untuk menyediakan air bersih, uang, hingga dukungan emosional bagi warga terdampak.
Menurut juru bicara PBB, Stephane Dujarric, banjir yang disebabkan jebolnya bendungan diperkirakan memiliki konsekuensi parah bahkan berjangka panjang pada situasi kemanusiaan di daerah tersebut.
Sejauh ini Rusia dan Ukraina masih saling menuduh siapa di balik insiden ini.
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menuduh pasukan Rusia meledakkan Pembangkit Listrik Tenaga Air Kakhovka dari dalam bendungan. Dia juag mengatakan Rusia harus dimintai pertanggungjawaban atas "serangan teroris."
Sementara itu Rusia menuduh Ukraina menyabotase bendungan untuk memutus pasokan air ke Crimea.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2091 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun