Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Warisan Nenek Moyang Masih Terjaga

Negara

Sabtu, 20 September 2008, 18:59 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Bagi warga Banjar Rening, Desa Baluk, Negara berburu tupai merupakan sebuah tradisi turun temurun dari nenek moyang yang masih terjaga hingga saat ini. Biasanya perburuan tupai ini dilakukan mulai pagi hari saat matahari mulai terbit.

Pagi hari, Sabtu (20/9) di areal kebun kelapa yang biasanya hening, puluhan warga sibuk berlarian di kebun kelapa dan coklat sambil berteriak-teriak.



Ada yang membawa senapan angin maupun pentungan. Mereka sedang melakukan aktifitas berburu tupai yang merusak buah kepala dan coklat milik warga.

Menurut Dewa Ketut Arta, ketua kelompok perburuan tupai ini, kegiatan seperti ini sudah lama dilakukan masyarakat Banjar Rening. "Ini merupakan tradisi warisan leluhur yang dilakukan saat musim panen kelapa dan coklat tiba. Kami hanya meneruskan dan melestarikan saja. Menurut kami tradisi ini harus dilestarikan karena sudah jelas kalau tupai merupakan hama yang merusak buah kelapa dan coklat," terangnya.



Lanjutnya, kegiatan ini dilakukan karena tupai dianggap sebagai hama yang merusak buah kelapa dan coklat yang siap panen sehingga dapat mengurangi pendapatan pemilik kebun tersebut.

"Tupai merupakan hama tanaman kelapa maupun coklat. Kami merasa risih melihat aksi binatang tersebut yang sering merusak buah kelapa dan coklat milik masyarakat," ujarnya.



Kendatipun sudah berlangsung lama, kata Arta, pihaknya tetap menjaga tradisi ini dengan melakukan perburuan tupai rutin setiap 5 hari sekali terutama saat musim panen kelapa dan coklat tiba. "Kegiatan ini rutin dilaksanakan saat panen kelapa dan coklat tiba," terangnya.

Arta juga menjelaskan bagi yang berhasil menangkap tupai yang masih ada di atas pohon, mereka akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 10 ribu. "Semua warga Banjar Rening yang tergabung dalam 6 kelompok pemburu tupai harus hadir jika kelompoknya kebagian giliran berburu tupai. Mereka yang tidak hadir saat perburuan akan dikenakan sanksi administrasi," pungkasnya. (dey)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami