Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Warisan Nenek Moyang Masih Terjaga
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Bagi warga Banjar Rening, Desa Baluk, Negara berburu tupai merupakan sebuah tradisi turun temurun dari nenek moyang yang masih terjaga hingga saat ini. Biasanya perburuan tupai ini dilakukan mulai pagi hari saat matahari mulai terbit.
Pagi hari, Sabtu (20/9) di areal kebun kelapa yang biasanya hening, puluhan warga sibuk berlarian di kebun kelapa dan coklat sambil berteriak-teriak.
Ada yang membawa senapan angin maupun pentungan. Mereka sedang melakukan aktifitas berburu tupai yang merusak buah kepala dan coklat milik warga.
Menurut Dewa Ketut Arta, ketua kelompok perburuan tupai ini, kegiatan seperti ini sudah lama dilakukan masyarakat Banjar Rening. "Ini merupakan tradisi warisan leluhur yang dilakukan saat musim panen kelapa dan coklat tiba. Kami hanya meneruskan dan melestarikan saja. Menurut kami tradisi ini harus dilestarikan karena sudah jelas kalau tupai merupakan hama yang merusak buah kelapa dan coklat," terangnya.
Lanjutnya, kegiatan ini dilakukan karena tupai dianggap sebagai hama yang merusak buah kelapa dan coklat yang siap panen sehingga dapat mengurangi pendapatan pemilik kebun tersebut.
"Tupai merupakan hama tanaman kelapa maupun coklat. Kami merasa risih melihat aksi binatang tersebut yang sering merusak buah kelapa dan coklat milik masyarakat," ujarnya.
Kendatipun sudah berlangsung lama, kata Arta, pihaknya tetap menjaga tradisi ini dengan melakukan perburuan tupai rutin setiap 5 hari sekali terutama saat musim panen kelapa dan coklat tiba. "Kegiatan ini rutin dilaksanakan saat panen kelapa dan coklat tiba," terangnya.
Arta juga menjelaskan bagi yang berhasil menangkap tupai yang masih ada di atas pohon, mereka akan mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 10 ribu. "Semua warga Banjar Rening yang tergabung dalam 6 kelompok pemburu tupai harus hadir jika kelompoknya kebagian giliran berburu tupai. Mereka yang tidak hadir saat perburuan akan dikenakan sanksi administrasi," pungkasnya. (dey)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2965 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun