Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
Waspada PMK, Puskeswan Gianyar Sarankan Daging Dimasak
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Saat Penampahan Galungan pada Selasa (7/6), banyak masyarakat Bali mengolah daging untuk disantap. Ada juga untuk keperluan banten. Demi kesehatan, Puskeswan Gianyar menyarankan masyarakat memasak daging untuk dimakan.
Kepala Pusat Kesehatan Hewan atau Puskeswan Gianyar III, drh. Nyoman Arya Dharma, menyatakan, guna mengantisipasi gangguan kesehatan, masyarakat diminta mengolah makanan dengan matang. Seperti mengolah lawar dengan bahan matang.
“Saran kami, masyarakat menyantap hidangan kalau dimasak dengan baik dan benar aman dan nyaman dikonsumsi,” pintanya.
Masyarakat harus waspada dengan Penyakit Mulut Kuku (PMK) pada ternak.
“Pertama pada mulut ditemukan lepuh yang berisi cairan atau luka pada lidah, gusi, hidung. Kedua, hewan tidak mampu berjalan atau pincang. Air liur berlebihan dan nafsu makan hilang,” ujarnya.
Untuk mencegah PMK, Puskeswan bersama Universitas Dwijendra menyemprotkan cairan Eco Enzyme, pada ternak dan kandang.
“Dengan Penyemprotan Eco Enzyme, pemberian racun cacing pada ternak, antibiotika dan vitamin,” jelasnya.
Meskipun PMK belum ditemukan di Kabupaten Gianyar, para peternak diharapkan tetap waspada. drh Nyoman Arya Dharma menegaskan selama ini, di Gianyar belum ada kasus PMK.
“Belum ada kasus, doakan supaya nihil,” ujar Arya Dharma.
Berdasarkan pemantauan Puskeswan di lapangan, rata-rata peternak sadar akan kebersihan kandang.
“Hasil pantauan kami, peternak sapi, kambing, babi, sudah sadar biosecurity, vaksinasi hewan,” tutupnya.
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli