Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 1 Oktober 2026
YouTube, Lebih Digemari Menggeser Televisi
Kamis, 6 Juni 2019,
15:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Setelah dirilis pada 14 februari 2005, platform berbagi video YouTube kini menjadi tontonan sehari-hari kaum masyarakat dari berbagai kalangan.
[pilihan-redaksi]
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
YouTube pun kian menggeser peran televisi sebagai sarana kebutuhan pokok hiburan masyarakat, terlebih para penonton dapat langsung memilih jenis konten yang ingin mereka saksikan karena sifat YouTube yang dinamis dibandingkan dengan televisi yang bersifat satu arah.
“Saya sepakat dengan pernyataan bahwa YouTube lebih digemari daripada televisi, YouTube itu sifatnya personalisasi, berbeda dengan televisi yang bersifat monoton (tidak ada variasi), YouTube lebih luas jangkauannya, kita bisa mencari konten sesuai minat, hobi, ada semua disitu,” ungkap seorang sosiolog, wahyu Budi Nugroho,S.Sos,M.A
YouTube juga disinyalir menjadi pengaruh bagi para penontonnya, karna konten YouTube yang ditampilkan melalui video membuat kontennya mudah diterima dan lebih dipahami.
Ida Ayu Devi, salah satu pegawai hotel di ubud dalam wawancara langsung membenarkan argumen tersebut. “Iya, tontonan YouTube itu berpengaruh banget, karena berbagai informasi ada disitu, jadi apapun yang mau aku beli dan lakukan, sebelumnya aku selalu nonton YouTube dulu,” katanya.
Wahyu menjelaskan ada satu teori yang disebut efek demonstrasi (Demonstration Effect), dimana media berupa televisi, YouTube dan lain-lain, ketika dilihat, secara tidak langsung dan secara alamiah itu seperti memberikan efek dan pengaruh agar dicontoh.
[pilihan-redaksi2]
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
“Sekarang ini kita hidup dalam era masyarakat satu dimensi, artinya kesadaran kita sekarang ini hanya tergantung pada media. Jadi sudah bukan dalam kategori mempengaruhi lagi ya, saya rasa kita sekarang sudah ketergantungan akut dengan media,” tambahnya.
Lalu apakah Youtube dapat dikatakan sebagai kebutuhan primer seperti kebutuhan pokok menyandingi sandang, pangan, dan papan? Wahyu menegaskan informasi memang sekarang adalah kebutuhan primer, tetapi tidak harus selalu Youtube, bisa kanal-kanal informasi lain seperti instagram, facebook, dan lain-lain.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 210 Kali
02
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 166 Kali
03
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 149 Kali
04
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 144 Kali
05
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 129 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026