Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Zelensky Tuding China Cegah Negara-Negara Hadiri KTT Perdamaian Swiss
beritabali.com/cnnindonesia.com/Zelensky Tuding China Cegah Negara-Negara Hadiri KTT Perdamaian Swiss
BERITABALI.COM, DUNIA.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding China bersikeras mencegah sejumlah negara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdamaian lantaran tak mengundang Rusia.
Zelensky menyampaikan pernyataan tersebut di forum keamanan di Singapura, ketika ia berusaha menggalang dukungan bagi konferensi tersebut dan meminta lebih banyak bantuan militer untuk Ukraina, yang telah menyerah kepada pasukan Rusia.
"China, sayangnya saat ini bersikeras untuk mencegah negara-negara lain datang ke konferensi perdamaian," kata Zelensky kepada wartawan di sela-sela Dialog, yang dihadiri para pejabat pertahanan dari seluruh dunia.
China lewat juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning mengatakan konferensi tersebut harus mendapatkan pengakuan dari Rusia dan Ukraina, partisipasi yang setara dari semua pihak dan diskusi yang adil mengenai semua rencana perdamaian.
"Jika tidak, sulit bagi konferensi ini untuk memainkan peran substantif dalam memulihkan perdamaian," katanya.
Zelensky juga menyatakan kekecewaannya karena beberapa pemimpin dunia tidak menandatangani konferensi tersebut, dan China memberi isyarat Xi Jinping tidak akan hadir sementara Presiden AS Joe Biden belum memberikan komitmennya.
China mengatakan akan 'sulit' untuk hadir jika Rusia tidak berpartisipasi.
Melalui KTT perdamaian tersebut, Kyiv berharap mendapatkan dukungan internasional yang luas atas visinya mengenai syarat-syarat yang diperlukan untuk mengakhiri perang Rusia.
Zelensky mengatakan pada Minggu bahwa lebih dari 100 negara dan organisasi telah menandatangani konferensi tersebut, dan dia mendesak negara-negara Asia-Pasifik untuk bergabung.
KTT perdamaian tersebut terancam akan dibayangi jika pendukung utama Ukraina, Biden tidak memberikan tanda-tanda bahwa ia akan berpartisipasi.
Zelensky mengatakan China adalah "alat tangan Putin" dan menuduh Rusia menggunakan pengaruh dan diplomat China untuk melakukan "apa pun untuk mengganggu konferensi perdamaian."
Meskipun Chine mengklaim bahwa ia adalah pihak netral dalam konflik Ukraina, Beijing telah dikritik karena menolak mengutuk Moskow atas serangan mereka. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 295 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan