Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 April 2026
Bawasda Ragukan Kualitas Baja Pesanan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Instruksi penundaan pembangunan konstruksi kap baja ringan oleh Bawasda menyebabkan proyek rehabilitasi gedung sekolah di sejumlah SD tersebut terbengkalai. Penundaan tersebut dikarenakan akibat ketidaksesuaian jenis bahan baja ringan yang dipesan dengan yang didatangkan.
Penanggung jawab dari PT Satria Cipta Asta Kencana di Jembrana, Gede Arta, mengaku jika saat ini pihaknya tidak mengerjakan atau merakit konstruksi kap dari bahan baja ringan. Pasalnya, Bawasda menilai penggunaan bahan baja ringan tersebut telah menyalahi bestek atau kesepakatan yang tercantum dalam kontrak kerjasama.
" Penundaan pengerjaan ini hanyalah suatu respon atas instruksi yang dikeluarkan Bawasda. Kami tidak ingin ngotot dan memperkeruh masalah. Ya, karena itu kami manut saja. Kami tidak kabur ," tegasnya.
Sesungguhnya, tambah Arta, jenis bahan baja ringan yang didatangkan pihaknya untuk pembangunan konstruksi kap sekolah tersebut memiliki kualitas yang sepadan dengan kualitas baja ringan yang tertera dalam kontrak kerjasama.
" Meski merknya beda, mutu baja ringan ini sepadan.
Perbedaan merk ini tidak dapat dijadikan patokan jika kualitas yang kami datangkan dan gunakan itu lebih rendah. Saya yakinkan kualitasnya sama, " jelasnya.
Secara terpisah, Sekretaris Komisi C DPRD Jembrana, Iskandar Alfan, tetap kukuh untuk meminta perhitungan kekuatan bangunan sebagai jaminan umur pakainya. Ia tidak ingin proyek yang dibangun dengan dana DAK itu hanya berfungsi sekejap.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3736 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1675 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang