Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Aktivis, Seniman, Jurnalis Berbagi Dengan Komunitas Miskin
Penarukan
BERITABALI.COM, BULELENG.
Peringatan Hari Anti Kemiskinan di Kabupaten Buleleng digelar secara sederhana pada satu lokasi Komunitas Miskin di kelurahan Penarukan Singaraja secara bersama yang melibatkan warga miskin dan sejumlah aktivis sosial, jurnalis, seniman dan LSM.
Dalam aksi yang dilakukan bersama, Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Dermaga Seni Buleleng (DSB), Komunitas Seni Banyuning (KSB), Aliansi Perempuan Buleleng (APB) serta LSM Gema Nusantara (Genus), Rabu (17/10) siang diwarnai aksi spontanitas menyuarakan perang dan anti terhadap pemiskinan dengan gaya dan caranya masing-masing baik dalam bentuk orasi, puisi maupun seni drama.
Sementara dalam puncak acara, secara bergantian, para aktivis yang dimulai mantan anggota DPRD Bali, Gede Hardika membacakan orasinya tentang kondisi riil kemiskinan di Buleleng yang belum mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun orang kaya yang tidak memiliki kepedulian atas kemiskinan yang dialami sebagian besar masyatakat disekitarnya. Selain Hardika, Ketua Komisi D DPRD Buleleng, Luh Kerthianing yang juga penesehat APB juga menyuarakan rendahnya perhatian pemerintah terhadap pengentasan kemiskinan yang melanda negeri ini.
Yang tidak kalah menarik, Ketua Yayasan Yatim Piatu Widya Asih, Yohanes dari lingkungan tak mampu justru hadir pada acara tersebut sembari memberikan orasi dan motivasi serta menyerahkan bantuan makanan kepada komunitas miskin yang disisihkan dari sumbangan para donatur bagi anak yatim piatu asuhannya.
Dalam aksi itu juga, sebuah puisi dibawakan wartawan senior Made Tirtayasa yang berkolaborasi dengan Gede Artawan, selanjutnya peringatan secara sederhana itu diakhiri orasi Ketua Badan Eksekutif LSM Genus, Antonius Sanjaya Kiabeni yang menyatakan bahwa pengentasan kemiskinan merupakan tugas dan tangungjawab pemerintah sesuai dengan UUD 1945.
Jadi, kami mohon maaf bilamana mendahului atau mengambil alih sebagian tugas-tugas pemerintah, dan maaf, jangan tersinggung, ungkapnya.
Aksi anti pemiskinan nampaknya tidak akan terhenti dilakukan para para aktivis dari Komunitas Jurnalis Buleleng (KJB), Dermaga Seni Buleleng (DSB), Komunitas Seni Banyuning (KSB), Aliansi Perempuan Buleleng (APB) serta LSM Gema Nusantara (Genus), dengan terbentuknya genderang perang terhadap kemiskinan akan terus ditabuh.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3862 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang