Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Dari 1,5 Juta Barel Menjadi 1 Juta Barel Per Hari
BERITABALI.COM, BADUNG.
Produksi minyak bumi Indonesia dalam rentang 12 tahun terakhir terus menurun dari tahun ke tahun. Dibanding era 1975-1995, produksi minyak bumi saat ini turun sampai 500 ribu barel/hari. Yakni dari produksi 1,5 juta barel/hari menjadi 1 juta barel/hari.
"Kebutuhan konsumsi dalam negeri mencapai 1,5 juta barel/hari, sementara produksi hanya 1 juta barel," ujar Ketua Umum Ahli Teknik Perminyakan (Indonesia (IATMI), Kuswo Wahyono, di Tanah Lot dalam persiapan penyelenggaraan acara Joint Convention Bali 2007, Selasa (13/11).
Namun menurut Kuswo, penurunan produk minyak bumi ini masih bisa diimbangi dengan produk energi yang bersumber dari gas, sehingga masih bisa memenuhi kebutuhan konsumsi energi di dalam negeri.
Dalam upaya menjamin ketahanan energi nasional, menurut Kuswo perlu mencari sumber energi alternative. Di Indonesia yang potensial dikembangkan adalah sumber daya hidro, misalnya memanfaatkan pasang-surut, potensi angin, di samping juga pohon jarak.
"Potensi pasang surut maupun angin cukup bagus. Tapi masih belum dimanfaatkan dengan baik, seperti dibiarkan begitu saja," ujarnya.
Terkait hal itu, pihaknya akan mendorong pemerintah untuk lebih memanfaatkan potensi-potensi tersebut.
Ditanya soal sumber panas bumi seperti di Bedugul Tabanan yang masih mengundang kontroversi berbagai kalangan, menurut Ketua Umum Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI), Abdul Mutalib Masdar, hal itu lebih dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pemerintah kepada masyarakat.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1042 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 293 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun