Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 3 Juli 2026
Timbulkan 6 Dampak Negatif Bagi Manusia
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam Buku Saku berjudul 'Cegah Memburuknya Perubahan Iklim' yang diterbitkan Kementerian Negara Lingkungan Hidup dan Panitia Nasional Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim, disebutkan setidaknya ada 6 dampak negatif yang bisa ditimbulkan.
Keenam dampak itu, adalah (1) mencairnya lapisan es terutama di kutub Utara dan Selatan yang mengakibatkan naiknya permukaan air laut. (2) Peningkatan permukaan air laut akan menyebabkan tenggelamnya daerah dan pulau-pulau kecil. (3) Pergeseran musim.
Yakni musim kemarau akan berlangsung lama yang mengakibatkan kekeringan, dan potensi kebakaran hutan kian meningkat. Sementara musim hujan akan berlangsung cepat dengan kecenderungan intensitas curah hujan yang lebih tinggi sehingga mengakibatkan banjir dan tanah longsor.
Dampak ke (4) yakni, terjadinya krisis persediaan makanan akibat tingginya potensi gagal panen dan krisis air bersih. (5) Meluasnya penyebaran penyakit tropis, seperti malaria, demam berdarah, dan diare. (6) Hilangnya jutaan spesies flora dan fauna karena tidak dapat beradaptasi dengan perubahan suhu di bumi.
Lantas langkah apa yang perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan iklim? Ada dua, yakni adaptasi (penyesuaian), dan mitigasi. Tindakan adaptasi yang bisa dilakukan adalah memahami kondisi cuaca dan pergerakan angin sebelum beraktivitas. Antara lain, misalnya dalam melaut, berkendaraan, bepergian, dan lainnya.
Sementara langkah mitigasi adalah upaya mengurangi efek 'rumah kaca' sehingga dapat memperlambat laju pemanasan global. Ada 18 tindakan mitigasi yang disodorkan. Beberapa di antaranya, membudayakan gemar menanam pohon dan menggunakan tanaman hidup sebagai pagar rumah. Dalam mendesain bangunan agar sirkulasi udara dan pencahayaan dibuat alami, sehingga meminimalkan penggunaan AC dan penerangan listrik. Contoh lain, untuk jarak dekat usahakan tidak menggunakan kendaraan bermotor, tapi dengan berjalan kaki atau bersepeda.
Menteri Negara Lingkungan Hidup, Rachmat Witoelar mengakui pemanasan global yang menimbulkan perubahan iklim adalah kenyataan yang sedang kita hadapi saat ini. Misalnya, bertubi-tubinya kejadian bencana banjir, tanah longsor, kemarau panjang, berubahnya pola curah hujan. Meski begitu, dia mengingatkan masih ada kesempatan untuk memperlambat memanasnya bumi ini.
"Lakukanlah perubahan mulai dari diri sendiri sekarang juga, karena kita adalah makhluk bumi yang mendambakan kehidupan makmur, adil dan sentosa yang berkelanjutan sebagai warisan bagi anak cucu kita," pesan Rachmat Witoelar dalam sambutannya di buku saku tersebut.
Buku saku itu dibagikan pada acara media briefing oleh Kevin Grose, Coordinator, Information Service UNFCCC, di Denpasar, Jumat (16/11).
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1043 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 295 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun