Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Budiana Akui Cekik Dan Bacok Anaknya

Kamis, 29 November 2007, 21:47 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pembantai anak kandung, Nengah Budiana (35), Kamis (29/1), diperiksa di Polsek Kuta Utara. Dihadapan penyidik, tersangka mengakui mencekik leher korban Putu Agus Darma Putra (7) dan membacoknya dengan parang, hal itu dipicu karena korban kerap menyebut-nyebut nama ibunya Ni Nengah Sukiyani.

 


Pemeriksaan tersangka Nengah Budiana di Polsek Kuta Utara disaksikan langsung Kapolres Badung AKBP Abdul Latief SH. Disela-sela pemeriksaan, Kapolres mengatakan, kepolisian telah mendatangkan psikiater untuk memeriksa kejiwaan tersangka.


Dari hasil pemeriksaan, Nengah Budiana dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa. Melihat kondisi tersangka membaik, penyidik Rabu (28/11) sekitar pukul 15.00 Wita, menjemput tersangka di RSUP Sanglah.



“Ditahanan malamnya, Kapolsek (AKP IB Mantra, Red) melihat tersangka menginggau dalam tidur dan mengatakan menyesali membunuh anaknya,” sergah Kapolres.

Rencananya, kata Kapolres, andaikan Nengah Budiana mengalami gangguan jiwa, akan dirawat di RS Trijata. Namun karena sudah sembuh penyidik boleh memeriksanya di Polsek Kuta Utara.

Dihadapan penyidik, tersangka yang diperiksa dari pukul 10.30 Wita mengakui membunuh anaknya, Putu Agus Darma Putra, beralasan kesal. Sebab, semenjak pertengkaran dan istrinya Nengah Sukiyani, korban acap menanyakan keberadaan ibunya.

Guna menghibur hati sang anak, Selasa (13/11) sore, Nengah Budiana berupaya mengajak korban berlibur ke pantai. Malamnya, korban tidak menyebut nama ibunya lagi.
Gawatnya, pelajar kelas 1 SD IV Pemecutan Denpasar ini kembali teringat ibunya. Rabu (14/11) sekitar pukul 10.00 Wita, korban kembali menanyakan dimana ibunya dan kapan pulang. Pertanyaan itu disampaikan ke bapaknya saat korban melukis sambil menonton TV.

Persoalan timbul dan tersangka marah. Dia merasa terganggu bawelan anaknya yang terus menyebut nama ibunya. Dipenuhi emosi, sontak tersangka kalap. Dicekiknya leher anaknya dengan kedua tangannya. Korban tak berdaya dan lemas diatas tempat tidur.

Tersangka semakin keserupan. Tersangka mengambil parang dan secepat kilat menusuk perut anak kandungnya sendiri dengan sekali tusukan. Mengerikan, tusukan pertama membuat usus korban terburai.

Pengakuan Nengah Budiana yang mengatakan hanya sekali menusuk, sangat berbeda dari hasil visum et revertum tim medis RSUP Sanglah. Tim medis menyatakan, ini mengalami 3 tusukan.

“Korban meninggal karena kehabisan darah setelah mengalami luka dibagian nadi dan hati tergores,” urai Kapolres yang didampingi Kapolsek Kuta Utara AKP IB Mantra.



Panik melihat darah daging tewas ditangan sendiri, tersangka mencoba bunuh diri dengan parang yang dipakai membunuh anaknya. Sayang gagal, karena langsung diketahui Nyoman Jati, adiknya yang saat itu menyiapkan sesajen di pura samping rumah korban di Banjar Canggu Badung. Akibat perbuatannya tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami