Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
RSUD Wangaya Tangani 1.492 Kasus Demam Berdarah
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Tidak menentunya cuaca yang melanda Bali sejak seminggu terakhi, menyebabkan penyakit demam berdarah mulai mewabah. Pada tahun 2007 ini saja, Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya, setidaknya mencatat 1.492 kasus demam berdarah.
Kasus demam berdarah ini juga merupakan kasus penyakit tertinggi yang ditangani oleh RSUD Wangaya.
Gede Mahendra (13) misalnya. Bocah kelas enam sekolah dasar ini hanya bisa terbaring lemas di tempat tidur Sal Angsa RSUD Wangaya. Bocah asal Baturiti, Tabanan ini terserang penyakit demam berdarah (Dengue haemorrhagic fever) sejak tiga hari yang lalu.
Ketut Widana, orang tua Gede Mahendra mengatakan, dirinya semula menduga anaknya hanya terserang demam biasa. Namun karena suhu badan sang anak yang tidak kunjung turun, pihaknya memeriksakan anaknya ke RSU Wangaya, dan sang anak dinyatakan terserang demam berdarah.
Sementara itu, dokter spesialis anak di RSU Wangaya, dr. Parmitha, Sp.A., mengatakan mewabahnya penyakit demam berdarah di Bali,
diduga diakibatkan oleh cuaca yang terus menerus berubah. Selain itu, mewabahnya demam berdarah tidak terlepas dari perilaku masyarakat yang sering membuang sampah sembarangan. (psk)
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4502 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2311 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1938 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1588 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1031 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun