Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Polisi Puyeng Asal Barang Bukti Pedang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sejumlah saksi telah diperiksa polisi. Para saksi mengaku menyaksikan bentrok antar preman di Deejay Café. Sebelum perang dimulai, puluhan preman lebih dulu berkumpul di atas tangga café. Mereka tidak datang bergerombol, tapi datang satu persatu.
Sekonyong-konyong, sekitar pukul 08.15 Wita, begitu melihat Ketut Mustiada alias Budi (korban meninggal, red) keluar dari mobil bersama 3 temannya yakni, Ketut Mustika, Ngakan Made Aribawa dan Wayan Suparta alias Kayun (korban meninggal, red) kelompok preman langsung melakukan penyerangan.
“Korban Budi saat itu tidak pakai baju dan tidak membawa pedang. Empat bodyguard itu langsung diserang 20 kelompok preman. Tersangka En (salah satu pengeroyok, red) terluka ditangan kanan saat bentrok,” ungkap salah seorang sumber penyidik di Poltabes, yang namanya tidak ingin di online-kan.
Ini yang membuat polisi puyeng darimana asal barang bukti pedang. Padahal, menurut Wakapoltabes Denpasar AKBP Gde Alit Widana, saat polisi datang, dua mayat tergeletak dan Budi memegang pedang. Sementara, para saksi mengatakan, Budi tidak membawa pedang dan menantang para pelaku dalam kondisi telanjang dada.
Apakah penyerangan direncanakan 20 orang preman? Sumber belum bisa memastikan. Pasalnya, empat tersangka En, Op, Men dan Pret mengatakan, penyerangan secara spontanitas setelah melihat Budi cs datang. Empat bodyguard itu datang atas panggilan pemilik Deejay Café Haryanto, cina asal Surabaya.
Mengingat penyerangan dilakukan secara spontanitas dan tanpa perencanaan membuat penyelidikan akan mudah terlacak. Kemudahannya yakni dalam menginterogasi saksi dan menangkap para tersangka.
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5955 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4661 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2647 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2297 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2230 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan