Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 28 Oktober 2026
Kutuk Pencurian Bhawa, Desa Adat Budakeling Segera Gelar Upacara Pembersihan
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Desa Adat Budakeling, Kabupaten Karangasem, mengutuk keras aksi pencurian Bhawa (Ketu) Pedanda yang terjadi di wilayahnya. Sebagai bentuk pemulihan kesucian dan keseimbangan spiritual pascakejadian tersebut, desa adat setempat segera menggelar upacara prayascita atau upacara pembersihan.
Kelian Desa Adat Budakeling, Ida Made Dipta, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Karangasem yang berhasil mengungkap dan mengamankan terduga pelaku pencurian benda sakral tersebut.
“Terima kasih kepada Polres Karangasem yang telah bekerja keras mengungkap kasus ini. Kami sangat menyesalkan dan mengutuk keras tindakan pelaku. Bhawa merupakan sarana suci yang sangat disakralkan, sehingga tindakan mencuri, mengobok-obok, hingga merusaknya telah melukai perasaan umat dan masyarakat adat,” ujarnya Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, upacara pembersihan akan segera dilaksanakan sebagai bentuk pemulihan kesucian setelah terjadinya peristiwa yang dianggap mencederai nilai-nilai spiritual dan adat di Desa Budakeling.
Terkait pelaku, Ida Made Dipta menjelaskan bahwa yang bersangkutan sebelumnya sudah pernah mendapatkan sanksi adat berupa kewajiban melaksanakan upacara prayascita di Desa Adat Budakeling dan di Pura Dalem.
Bahkan saat itu, pihak keluarga juga sempat membuat pernyataan bahwa pelaku tidak akan mengulangi perbuatannya. Jika hal itu diulangi maka pihak keluarga akan mengambil tindakan tegas dengan tidak mengakuinya sebagai bagian dari keluarga lagi.
“Dulu sudah pernah diberikan sanksi adat dan keluarga juga sempat berjanji di Pura Dalem. Jika kembali mengulangi perbuatan yang merugikan masyarakat, maka yang bersangkutan tidak lagi diakui sebagai bagian dari keluarga,” ungkapnya.
Ia menegaskan, setelah mendapatkan sanksi dari keluarga, pelaku sudah lama tidak tinggal di Desa Budakeling. Pelaku diketahui telah berkeluarga dan menetap di wilayah Ubud sehingga tidak lagi aktif dalam kehidupan adat maupun banjar di Budakeling.
Desa Adat Budakeling berharap pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan mendapatkan hukuman setimpal, mengingat objek yang dicuri merupakan benda sakral yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat Hindu dan masyarakat adat di Bali.
Sebelumnya, pelaku diketahui berinisial Ida Made W (39), warga Banjar Dinas Triwangsa, Desa Budakeling. Ironisnya, pelaku masih memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga besar griya yang menjadi sasaran pencurian.
Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, mengungkapkan hal tersebut saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Karangasem, Jumat (12/6/2026).
Menurutnya, pelaku yang merupakan seorang residivis itu cukup leluasa menjalankan aksinya karena sebagian besar griya yang menjadi target hanya dihuni oleh Pedanda Istri.
"Pelaku diamankan di wilayah Mengwi, Badung. Perhiasan emas yang melekat pada Bhawa dicopot, kemudian dilebur menjadi emas batangan sebelum dijual di wilayah Klungkung," ujar Santika.
Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui uang hasil penjualan emas tersebut digunakan untuk berjudi, baik sabung ayam maupun judi slot online, serta untuk memenuhi kebutuhan pribadi lainnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5934 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2618 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2275 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan