Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Subandha Sayangkan Sikap Pastika
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pengamat politik kenamaan, yang juga dosen di Universitas Pendidikan Nasional (Undiknas) Denpasar, Dr. Nyoman Subandha, menyayangkan sikap Pastika yang berencana tidak menyentuh permasalahan tajen.Subandha yang dikonfirmasi Beritabali.com siang tadi mengatakan, sikap tersebut tidak lebih dari perilaku politis untuk menambah pundi-pundi suara saat pilgub mendatang.
“Itu kan cuman perilaku politis saja. Kalau nanti tidak akan menyentuh wilayah itu (tajen, red), berarti Pak Pastika tidak memiliki kebijakan yang jelas saat menjabat sebagai Kapolda,” ujarnya di Denpasar (12/2)Lebih lanjut Subandha mengatakan, kalau Pastika ingin menambah pundi-pundi suara, semestinya ia bisa merumuskan kebijakan yang tepat untuk menarik simpati masyarakat, bukannya tidak menyentuh wilayah tajen.
“Kenapa tidak menelorkan kebijakan brilyan saja? Kalau sudah ada kebijakan yang memihak kepada rakyat, maka suara itu akan bertambah dengan sendirinya,” lanjut Subandha.Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Bali, Made Arjaya, menegaskan bahwa Pastika tidak akan mengusik wilayah tajen atau kepentingan para bebotoh jika sudah menjabat sebagai gubernur. (eps)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 854 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 782 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 768 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 399 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 396 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun