Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Nyepi, Pelabuhan Padangbai ‘Dibekukan’

Rabu, 5 Maret 2008, 14:04 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Pelabuhan Padangbai, yang menjadi pintu masuk Bali-Lombok akan dibekukan selama 24 jam. Itu menyusul, krama Hindu menggelar perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1930. “Ya lalu lintas penyeberangan Bali-Lombok akan dibekukan untuk sementara. Ini kita lakukan untuk menghormati umat Hindu yang sedang melaksanakan catur Berata Penyepian,” kata Kepala ASDP Pelabuhan Padangbai, Aswin saat ditemui dikantornya, Rabu (5/3). Dijelaskan, pembekuan penyeberangan akan dilakukan Jumat (7/3) mulai pukul 06.00 wita hingga dibuka Sabtu (8/3) mulai 06.00 wita. “Semua kapal yang selama ini beroperasi akan kita hentikan untuk sementara,” tegasnya.

Dikatakan, kapal terakhir yang berangkat dari Lembar ke Padangbai, Kamis (6/3) pukul 21.20 wita. Sebaliknya kapal terakhir yang berangkat dari Padangbai ke Lembar Jumat (7/3) pukul 04.00 wita. “Dasar penutupan penyeberangan ini mengacu surat Gubernur Bali no 003.2/15.743/Dishub tertanggal 15 Nopember 2007 tentang Surat Edaran berkaitan dengan Hari Raya Nyepi tahun Saka 1930,” jelasnya.

Menurut Aswin penutupan pada hari Raya Nyepi di pelabuhan Padangbai rutin dilakukan setiap Nyepi. Yang pasti, pantauan hari ini, suasana penyeberangan pelabuhan Padangbai tetap normal. Pihak ASDP tetap mengoperasikan 17 kapal penumpang untuk melayani warga yang akan menyeberang ke Lombok dan balik ke Bali.

 

 

”Suasananya bisasa-biasa saja, sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Aswin. Kendati dibekukan selama 24 jam, pelabuhan Padangbai tetap mendapat pengamanan ketat dari petugas. Buktinya, selain mendapat pengawasan dari KP3 Padangbai, Polres Karangasem juga tengah mem-BKO-kan 10 orang personilnya untuk melakukan pengawasan di pintu penyeberangan masuk Bali.

Selain itu dari TNI, juga melakukan langkah serupa. Hanya saja dalam pengamanan kali ini TNI hanya membackup saja. “Selain melibatkan Polri dan TNI, pengamanan di pelabuhan juga kita koordinasikan dengan Desa Adat Padangbai selaku pemilik wilayah,” kata Kapolres Karangasem AKBP. Drs. Istiyono dihubungi via telepon.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami