Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Cekcok Gara-Gara Piring, ABK Bunuh ABK

Sabtu, 22 Maret 2008, 18:08 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pembunuhan di tengah laut yang cenderung dilakukan anak buah kapal (ABK) kerap terjadi. Dimana dalam peristiwa ini, menimpa kapal motor (KM) Bali Bersaudara. Seorang ABK tewas ditusuk oleh rekannya sendiri saat berada di perairan Ambon dekat pulau Damar. Kejadian ini terjadi tepat di titik 08.38.906 LS dan 128.44.276.BT, pada Minggu (16/3), lalu. ABK yang tewas dalam insiden itu yakni Ajis Lailan alias Peron, ABK asal Gorontolo.


Jasad korban tiba di Pelabuhan Benoa, pada Jumat (21/3), malam, sekitar pukul 22.00 dan langsung menjalani otopsi di RS Sanglah. Sedangkan, dua tersangka, yakni, M Ayin dan Sarif, sampai saat ini keberadaanya belum jelas. Mengingat KM Sumber Jaya, yang membawa tersangka, sampai saat ini keberadaannya masih misterius. Bahkan beredar kabar, dua tersangka melakukan sabotase, agar lepas dari jeratan hukum.


Informasi menyebutkan, Minggu lalu, pertikaian sesama ABK sebelumnya antara Ajis dengan Ayin. Namun setelah pertengkaran terjadi, Sarif ikut membantu membunuh korban. Motif pembunuhan ada dua versi. Versi pertama, tersangka sudah lama dendam terhadap korban yang dikenal tempramen. “Tersangka bekerja di kapal sebagai koki dan melayani menu masakan untuk 13 ABK,” beber seorang ABK.


Versi kedua menyebutkan, bahwa korban sempat membuang makanan yang disiapkan tersangka. Ketika itu, korban ngamuk karena mendapat hidangan tersaji dalam piring yang jelek. Sehingga korban merasa tersinggung dan langsung membuang piringnya. Berikut membentak-bentak dan mengajak berkelahi. Sadar temannya marah, Ayin pergi dan meninggalkan korban di ruangan makan. Selanjutnya naik ke atas dok. Disanalah, sekitar pukul 17.00 Wita korban melihat tersangka mengasah pisau.
”Kamu ngasah pisau, leher siapa yang mau kamu gorok, Leher saya,” tiru ABK menjelaskan kronologis kejadian kepada Beritabali.com, Sabtu (22/3). Ayin yang merasa dihina, naik darah dan mencekik leher korban. Sementara Sarif yang juga jengkel, dan saat itu berada di sebelah tersangka Ayin, langsung naik pitam. Dia pun langsung mengambil potongan papan.


Papan langsung dikepruk ke kepala korban. Sedangkan, Ayin secepatnya menghujam pisau yang diasahnya ke bagian perut korban. Darah segar pun muncrat, seiring pisau menembus perut korban. Usai menghabisi korban, dua tersangka menyerahkan diri kepada teman-temannya. Selanjutnya, dua tersangka pun langsung dititipkan di KM Sumber Jaya. Namun, tiba-tiba saja, sejak Kamis (20/3), pihak perusahaan kehilangan kontak dengan kapal KM Sumber Jaya. ”Terakhir kapal KM Sumber Jaya yang mengangkut tersangka, mengaku berada di perairan Sumba. Seharusnya, sudah datang hari ini. Karena biasanya, dua hari sudah sampai di Bali,” kata Kasi Bin Gakkum Pol Air Polda Bali, I Gusti Putu Arbawa kepada awak media hari ini.


Misteriusnya posisi KM Sumber Jaya pun mengundang berbagai spekulasi. Ada yang menyebut dua tersangka, tidak ingin masuk penjara, yakni dengan melakukan sabotase dan merusak radio komunikasi kapal. Atau pun melakukan perlawanan sampai dengan mencabut penutup enam lubang kapal agar kapal tenggelam. Atau, melakukan penyanderaan dan meminta nahkoda untuk membawanya ke tempat lain. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami