Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Penebas IB Anom Wijaya, Penusuk Yan Ketu

Selasa, 25 Maret 2008, 23:03 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Apa peran tersangka Wayan Sudirga alias Yan Ketu terkait kematian Komang Ardana alias Burik? Dihadapan penyidik Direktorat Reskrim Polda Bali, Yan Ketu mengakui berperan menusuk perut korban, usai IB Anom Wijaya menebas korban di atas sepeda motor. Menurut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol AS Reniban Smik, tersangka Yan Ketu mengaku berdua mengeksekusi Burik, bersama IB Anom Wijaya yang tewas dibunuh kelompok preman di Jalan Cokroaminoto 11 Febuari lalu.


Keduanya mengendarai sepeda motor Supra menuju lokasi, dibilangan Jalan Kusuma Wijaya. Dimana, korban, Burik usai mengambil rekapan togel. Keduanya beraksi setelah Burik muncul mengendarai sepeda motor. Di atas sepeda motor, IB Anom Wijaya menghampiri dan secepat kilat menebas dada, leher dan punggung korban. Sekujur tubuh korban berdarah-darah. Sabetan pedang membuat korban tersungkur di tanah.
Dikala korban tersungkur, Yan Ketu turun dari sepeda motor dan menusuk berkali-kali. Korban yang tinggal di Jalan Bedahulu Denpasar itu, berhasil kabur namun tewas kehabisan darah, di kawasan pasar Pidada Denpasar. Menyoal barang bukti senjata tajam, hingga kini, belum ditemukan polisi. Padahal, polisi sudah melakukan pencaharian seharian penuh di aliran sungai, tepatnya di belakang rumah Made Sutama alias Minggik di Jalan Wibisana utara Denpasar. “Senjata tajam yang dipakai untuk membunuh Burik belum ditemukan. Tapi untuk sepeda motor sudah, dan masih diselidiki milik siapa,” kata Kombes Reniban.


Dikatakan Kombes Reniban, keterangan tersangka bisa saja, setiap saat berubah-rubah. Dan, itu tidak menjadi persoalan bagi polisi. Karena, aparat kepolisian bekerja sesuai fakta hukum. Sementara ini, Polisi masih menunggu hasil otopsi dari tim medis untuk mengetahui penyebab kematian korban. “Kita masih menunggu hasil visum. Apakah keterangan Yan Ketu sama dengan hasil visum. Bisa saja keterangan Yan Ketu menusuk, tapi hasil visum mengatakan ada luka besar. Ini masih didalami,” pungkas perwira melati tiga ini. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/ctg



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami