Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
'Ketakutan' Mendekam Di Sel Tahanan Polisi
BERITABALI.COM, BULELENG.
Putu Suaka (45), pelaku pembunuhan pasutri di Desa Jineng Dalem dan di Desa Manyali serta Abang Karangasem mengaku ‘ketakutan’ mendekam di sel tahanan polisi, pasalnya, pelaku pembunuhan berdarah dingin itu selalu dibayang-bayangi para korbannya. “Saya sempat didatangi di sel tahanan Mapolres Buleleng ini, hanya saja saya dilihat terus dengan pandangan orang yang sangat dendam dan membenci saya, tapi kalau di sel tahanan Mapolres Karangasem, dada saya sempat diinjak-injak oleh korban yang datang setiap malam,” cerita Suaka, Minggu (6/4) di ruang tahanan Proles Buleleng.
Diceritakan Suaka, kerap setiap malam dirinya selalu didatangi Kadek Suara dan Luh Sukesi,” entah mimpi atau tidak, saya melihat keduanya ada didepan saya, memandangi saya dengan kemarahan, saya takut sekali,” ujarnya. Dari penuturan Suaka terungkap juga rasa penyesalan telah melakukan perencanaan dan pembunuhan yang telah dilakukan secara berantai itu,” saya menyesal, hanya saja saat itu saya dendam dan ingin menguasai kekayaan mereka (korban,red), ya, mau apa lagi, semuanya saya pasrahkan saja,” ujarnya. Kerena sering didatangi banyangan para korbannya itulah kondisi Putu Suaka lebih kurus dibandingkan saat tertangkap polisi setelah aksi pembunuhan dengan portasium cianida di Karangsem terungkap.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7064 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5618 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3522 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan