Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 April 2026
Gubernur : Terapkan Setelah Pilkada Selesai
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemerintah Daerah Bali meminta Pertamina untuk menunda aplikasi smart card (kartu pintar untuk pembatasan pembelian BBM bersubsidi) di Bali. Harapan ini disampaikan Gubernur Bali Dewa Made Beratha dalam keteranganya di Renon, Senin (28/4). Dewa Beratha mengakui permintaan penundaan aplikasi smart card sudah disampaikan langsung kepada pertamina, ketika pimpinan pertamina menghadap ke Kantor Gubernur Bali beberapa hari yang lalu.
Penundaan aplikasi smart card di Bali, bukan karena Bali belum siap tetapi semata-mata karena Bali sedang menggelar proses pemilihan kepala daerah (Pilkada). “Sekarang kan ada Pilkada, saya sarankan selesai pilkada,” kata Dewa Beratha. Menurut Dewa Beratha permintaan penundaan juga untuk meminimalisir gejolak-gejolak sosial di masyarakat. Sebab pelaksanaan aplikasi smart card yang bersamaan dengan Pilkada akan membuka peluang yang lebih besar munculnya gejolak sosial.
“Supaya tidak menimbulkan gejolak, masalah begitu, supaya tenang-lah pilkada di Bali,” tegas Dewa Beratha. Dewa Beratha berharap aplikasi smart card di Bali tidak dipaksakan, walaupun Bali ditunjuk sebagai salah satu daerah pilot project. “Kalau mau dilaksanakan sekarang, ditempat lain masih banyak yang bisa,” papar Dewa Beratha.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3851 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang