Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rizal Ramli : BIN Sangat Kuno dan Mirip Orba

Minggu, 18 Mei 2008, 14:45 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Ekonom Rizal Ramli menyebut cara-cara Badan Intelijen Negara (BIN) dalam mencari dalang atau sponsor demo menolak kenaikan BBM di Indonesia, sebagai cara yang kuno dan mirip rezim otoriter orde baru. Demo menolak kenaikan BBM yang terjadi di Indonesia, menurutnya lebih disebabkan oleh provokasi pemerintah karena mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat.

Hal ini disampaikan Rizal Ramli di Renon, Denpasar, hari ini Minggu (18/5), di depan sejumlah wartawan media cetak dan elektronik. Menurut mantan Kabulog di era Presiden Gus Dur ini, pernyataan kepala BIN Syamsir Siregar yang menyebut ada mantan pejabat yang menjadi dalang atau menunggangi demo BBM sebagai cara yang sangat kuno. “Selain kuno, cara-cara yang diterapkan BIN ini juga sangat mirip dengan cara yang digunakan rezim otoriter Orde Baru, mencari-cari siapa yang tunggang menunggangi, mencari dengan segala cara,” kata Rizal.

Maraknya demo yang menolak kenaikan BBM di tanah air, menurut Rizal, lebih disebabkan oleh provokasi pemerintah yang menaikkan harga BBM di tengah situasi ekonomi rakyat yang sulit atau babak belur. Aksi turun ke jalan mengkritisi pemerintah dan melibatkan mantan pejabat, kata Rizal, juga merupakan suatu hal yang wajar, yang juga terjadi di beberapa negara di belahan dunia. “Hal ini sudah sering dilakukan mantan pejabat, misalnya di Philipina, mantan presiden Ramos, mantan Presiden Aquino, Kardinal, semuanya turun ke jalan, jika kebijakan pemerintah berkuasa dinilai menyimpang atau tidak berpihak pada rakyat kecil. Ini merupakan persoalan conspiracy of the heart atau kesepakatan nurani,” ujarnya. “Semua yang saya lakukan selama ini legal, cuman kebetulan saja bersamaan dengan aksi demo menolak kenaikan BBM di berbagai daerah,” pungkasnya. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami