Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




BLT = Suap Politik Pilpres 2009

Minggu, 18 Mei 2008, 15:30 WITA Follow
Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Bantuan Langsung Tunai (BLT), sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM, dinilai hanya sebagai suap politik menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang. Oleh karena itu, bagi-bagi uang ini sebaiknya diganti dengan pembangunan infrastruktur di pedesaan yang lebih berguna bagi rakyat kecil, tanpa meninggalkan kesan hutang budi kepada SBY-JK.

Penolakan sistem Bantuan Langsung Tunai oleh pemerintah ini disampaikan ekonom Rizal Ramli di Renon, Denpasar, Minggu (18/5). Bantuan Langsung Tunai ini, kata Rizal, dinilai kurang tepat dan diduga sarat muatan politis menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang. “Rencana pemerintah SBY-JK yang akan membagi-bagikan uang sebesar Rp14 trilyun tahun ini dan Rp 52 trilyun tahun depan, kami lihat sebagai bagian dari suap politik supaya (SBY-JK) terpilih kembali,” kata Rizal Ramli.

Bantuan langsung tunai ini, menurut mantan aktivis kampus ini, sebaiknya digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur seperti sanitasi, irigasi tersier, sumber air minum, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. “Kalau uang ini dibikin proyek yang menciptakan lapangan kerja, rakyat kita bangga, tidak sebagai pengemis dan tidak hutang budi untuk memilih siapa pun,” tegas Rizal. 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami