Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 14 Juni 2026
BLT = Suap Politik Pilpres 2009
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bantuan Langsung Tunai (BLT), sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM, dinilai hanya sebagai suap politik menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang. Oleh karena itu, bagi-bagi uang ini sebaiknya diganti dengan pembangunan infrastruktur di pedesaan yang lebih berguna bagi rakyat kecil, tanpa meninggalkan kesan hutang budi kepada SBY-JK.
Penolakan sistem Bantuan Langsung Tunai oleh pemerintah ini disampaikan ekonom Rizal Ramli di Renon, Denpasar, Minggu (18/5). Bantuan Langsung Tunai ini, kata Rizal, dinilai kurang tepat dan diduga sarat muatan politis menjelang pemilihan presiden 2009 mendatang. “Rencana pemerintah SBY-JK yang akan membagi-bagikan uang sebesar Rp14 trilyun tahun ini dan Rp 52 trilyun tahun depan, kami lihat sebagai bagian dari suap politik supaya (SBY-JK) terpilih kembali,” kata Rizal Ramli.
Bantuan langsung tunai ini, menurut mantan aktivis kampus ini, sebaiknya digunakan untuk pembangunan berbagai infrastruktur seperti sanitasi, irigasi tersier, sumber air minum, dan berbagai proyek infrastruktur lainnya. “Kalau uang ini dibikin proyek yang menciptakan lapangan kerja, rakyat kita bangga, tidak sebagai pengemis dan tidak hutang budi untuk memilih siapa pun,” tegas Rizal.
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Kasus Penjualan Gading Gajah di Tampaksiring Masuk Tahap Penuntutan
Dibaca: 1011 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli