Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ganti Rugi Tak Jelas, Bau Busuk Menusuk
Temesi
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Puluhan warga Desa Temesi Gianyar, hari ini (19/6) mendatangi kantor Lurah setempat. Mereka memprotes proses ganti rugi lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Temesi yang tidak jelas. Selain itu, mereka juga memprotes pengolahan limbah sampah yang tak karuan, sehingga mencemari lingkungan.
TPA sampah yang dipersoalkan warga Desa Temesi ini mempunyai luas total 2 hektar 5 are. Sebanyak 130 are sudah dibebaskan, sementara sisanya sebanyak 75 are belum dibebaskan.
“Dari 130 are yang sudah dibebaskan, masih ada yang kasus atau belum dibayar, sehingga dipersoalkan warga. Warga juga mempersoalkan ketidaktransparanan panitia perluasan TPA dalam proses pembebasan lahan,” kata salah seorang warga, Made Rena.
Rena menambahkan, lahan yang dibebaskan diganti dengan nilai beragam mulai Rp 23 hingga Rp 25 juta per arenya. “Ada yang sudah dibayar namun tanpa kwitansi pembayaran, ada juga warga yang belum dapat pembayaran ganti rugi lahan,” jelas Rena.
Selain persoalan ganti rugi, persoalan lain yang diprotes warga adalah persoalan limbah sampah, yang tidak diolah dengan benar.
“Sampah yang menggunung seringkali mengotori sawah warga. Ada bangkai yang dibawa anjing liar ke tengah sawah, sehingga sawah menjadi rusak. Belum lagi bau sampah yang busuk menusuk hidung warga sekitar TPA,” kata Rena.
Menanggapi protes warga, Lurah Temesi Anak Agung Putra, mengatakan tidak bisa banyak berkomentar.
“Dalam kasus ini saya hanya bawahan, yang bertugas mengamankan kebijakan dari atas. Selanjutnya saya akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar ada solusi yang baik atas persoalan ini,” jelasnya. (art)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang