Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Konsensus Jadi Pilihan Atasi Deadlock
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Deadlock memang sedang membayangi pembahasan larangan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 di Nusa Dua. Namun Presiden Conference of parties (COP) ke-9 Rahmat Witular tentu hal ini tidak ingin terjadi.
Rahmat Witular menyatakan akan menempuh jalur consensus guna menghindari terjadinya deadlock. Penegasan ini disampaikan Rahmat Witular sebelum memberikan kuliah terbuka di Universitas Udayana Denpasar, Rabu (25/6).
Menurut Rahmat Witular jika deadlock terjadi maka perlu waktu 2 tahun untuk melakukan pembahasan ulang. Apalagi pembahasan larangan ekspor-impor limbah B3 ini telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu dan terus deadlock.
Rahmat Witular mengungkapkan jalan voting juga tidak mungkin dilakukan untuk mengambil keputusan, kecuali harus menempuh jalur konsensus.
“Mungkin akan ada suatu konsensus, maunya konsensus kalau voting kan kalah menang mati lah persoalanya, kalau konsensus itu ada reformulasi dari agrement itu, diringankan atau diberatkan ditempat-tempat tertentu,” papar Rahmat Witular.
.
Rahmat Witular mengaku akan melakukan lobi dengan Kanada, Jepang, Amerika dan beberapa negara lainnya untuk mendukung keputusan penetapan larangan ekspor-impor limbah B3.
Menurut rencana pembahasan larangan ekspor-impor limbah B3 akan dibahas lebih jauh pada pertemuan tingkat menteri Konferensi Antar bangsa pengelolaan Limbah B3 yang dijadwalkan dibuka pada kamis besok. (mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3805 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang