Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Konsensus Jadi Pilihan Atasi Deadlock

Denpasar

Rabu, 25 Juni 2008, 17:14 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Deadlock memang sedang membayangi pembahasan larangan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) dalam Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 di Nusa Dua. Namun Presiden Conference of parties (COP) ke-9 Rahmat Witular tentu hal ini tidak ingin terjadi.

Rahmat Witular menyatakan akan menempuh jalur consensus guna menghindari terjadinya deadlock. Penegasan ini disampaikan Rahmat Witular sebelum memberikan kuliah terbuka di Universitas Udayana Denpasar, Rabu (25/6).

Menurut Rahmat Witular jika deadlock terjadi maka perlu waktu 2 tahun untuk melakukan pembahasan ulang. Apalagi pembahasan larangan ekspor-impor limbah B3 ini telah dilakukan sejak 10 tahun yang lalu dan terus deadlock.

Rahmat Witular mengungkapkan jalan voting juga tidak mungkin dilakukan untuk mengambil keputusan, kecuali harus menempuh jalur konsensus.

“Mungkin akan ada suatu konsensus, maunya konsensus kalau voting kan kalah menang mati lah persoalanya, kalau konsensus itu ada reformulasi dari agrement itu, diringankan atau diberatkan ditempat-tempat tertentu,” papar Rahmat Witular.
.
Rahmat Witular mengaku akan melakukan lobi dengan Kanada, Jepang, Amerika dan beberapa negara lainnya untuk mendukung keputusan penetapan larangan ekspor-impor limbah B3.

Menurut rencana pembahasan larangan ekspor-impor limbah B3 akan dibahas lebih jauh pada pertemuan tingkat menteri Konferensi Antar bangsa pengelolaan Limbah B3 yang dijadwalkan dibuka pada kamis besok. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami