Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rahmat Witoelar : Tetap Optimis Walaupun Deadlock

Nusa Dua

Jumat, 27 Juni 2008, 23:55 WITA Follow
Beritabali.com

image.google.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Presiden Conference Of Parties (COP) atau Presiden Konferensi Konvensi Basel-Ke-9, Rahmat Witoelar tetap optimis, walaupun Pembahasan penetapan larangan ekspor-impor limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) deadlock.

Menurut Menteri Lingkungan Hidup Indonesia ini, Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan limbah B3 atau Konvensi Basel ke-9 telah mengalami kemajuan.

Sikap optimisme tersebut disampaikan Rahmat Witoelar saat jumpa pers penutupan Konferensi Antar Bangsa Pengelolaan Limbah B3 di Nusa Dua, Jumat (27/6).

Rahmat Witoelar beralasan kemajuan yang terjadi ditunjukkan dengan mulainya terbentuk tim kerja yang akan membahas larangan ekspor-impor limbah B3. Sebab sebelumnya larangan ekspor-impor limbah B3 ini telah mengalami masa kefakuman hapir sekitar 10 tahun lebih.

Sikap optimisme juga didasarkan pada adanya suatu komitmen yang terangkum dalam suatu deklarasi yaitu Deklarasi Bali. Dalam Deklarasi Bali tersebut terdapat poin yang intinya komitmen untuk mengimplementasikan prinsip dan tujuan konvensi Basel. Deklarasi Bali juga memuat komitmen untuk mencegah perpindahan limbah B3 lintas batas guna meminimalisasi pencemaran lingkungan.

Rahmat Witoelar mengungkapkan pada dasarnya Deklarasi Bali mempunyai kekuatan politis bagi upaya mendorong implementasi Ban Amandemen.

“Kekuatannya kekuatan politis, jadi mendorong atau memotovasi agar negara-negara didunia bentul-betul menjadikan Ban amandement ini menjadi terwujud,” kata Rahmat Witoelar.

Hal sedana disampaikan Sekretaris Eksekutif Konvensi Basel Katharina Kummer Piery. Katharina berharap Deklarasi Bali akan membantu mempercepat penerapan konvensi Basel.

“Melalui deklarasi ini diharapkan implementasi dari konvensi Basel bisa dipercepat. Jadi deklarasi membantu untuk mewujudkan Ban amandemen,” ujar Katharina. (mlt)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami