Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Ratusan Warga Buleleng Terancam Golput
Singaraja
Senin, 7 Juli 2008,
18:59 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Ratusan warga di Kabupaten Buleleng terancam bakal Golput alias tidak memberikan hak suara dalam pelaksanaan pencoblosan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali 2008. Pasalnya ratusan warga di Kabupaten Buleleng belum menerima kartu pemilih dan formulir pemanggilan.
Selain persoalan di atas, penyebab yang dituding jadi penyebab golput ini adalah tidak adanya antisipasi khusus terhadap para pemilih yang lanjut usia maupun sakit.
“Pemilih yang lanjut usia maupun sakit tidak bisa diwakili. Kita tidak bisa berbuat banyak terhadap hal itu, sebab tenaga kita juga terbatas,†ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng, Wayan Rideng hari ini.
Ancaman golput juga muncul dari warga yang belum menerima Kartu Pemilih dan Surat Penggilan ke TPS. Bahkan dalam satu keluarga masih ditemukan adanya yang tercecer.
“Kalau belum menerima kartu pemilih bisa mengunakan Kartu Tanda Penduduk sebagai penganti Kartu Pemilih dan Surat Penggilan dengan ketentuan telah terdaftar sebagai pemilih,†ujar Wayan Rideng.
Berdasarkan pantauan beritabali.com di sejumlah Desa dan Kelurahan di Buleleng, dua hari menjelang Pencoblosan Pilkada Bali 2008, masih banyak warga yang belum menerima kartu pemilih.
Beberapa warga yang telah menerima Kartu Pemilih dan Surat Penggilan juga mengaku kecewa lantaran dalam satu keluarga melakukan pencoblosan di TPS berbeda, bahkan jaraknya sangat jauh dengan tempat tinggal. Dengan kondisi seperti ini, banyak yang mengancam akan golput. (sas)
Selain persoalan di atas, penyebab yang dituding jadi penyebab golput ini adalah tidak adanya antisipasi khusus terhadap para pemilih yang lanjut usia maupun sakit.
“Pemilih yang lanjut usia maupun sakit tidak bisa diwakili. Kita tidak bisa berbuat banyak terhadap hal itu, sebab tenaga kita juga terbatas,†ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Buleleng, Wayan Rideng hari ini.
Ancaman golput juga muncul dari warga yang belum menerima Kartu Pemilih dan Surat Penggilan ke TPS. Bahkan dalam satu keluarga masih ditemukan adanya yang tercecer.
“Kalau belum menerima kartu pemilih bisa mengunakan Kartu Tanda Penduduk sebagai penganti Kartu Pemilih dan Surat Penggilan dengan ketentuan telah terdaftar sebagai pemilih,†ujar Wayan Rideng.
Berdasarkan pantauan beritabali.com di sejumlah Desa dan Kelurahan di Buleleng, dua hari menjelang Pencoblosan Pilkada Bali 2008, masih banyak warga yang belum menerima kartu pemilih.
Beberapa warga yang telah menerima Kartu Pemilih dan Surat Penggilan juga mengaku kecewa lantaran dalam satu keluarga melakukan pencoblosan di TPS berbeda, bahkan jaraknya sangat jauh dengan tempat tinggal. Dengan kondisi seperti ini, banyak yang mengancam akan golput. (sas)
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3798 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026