Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 16 Juni 2026
Buruh: Manajemen Animale Mulai Arogan
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kedatangan ratusan buruh PT. Mitra Garmen Indoraya (Animale) ke DPRD Kota Denpasar tidak hanya menuntut adanya perubahan sistem dari sistem rolling menjadi sistem borongan akan tetapi para buruh mengadukan sikap arogansi pihak manajemen.
Pihak buruh menilai pihak manajemen Animale mulai bersikap arogan karena manajemen sudah menutup pintu bagi manajemen dimana kedatangan para buruh langsung disambut dengan penutupan pintu gerbang perusahaan.
Bahkaan ada rencana dari pihak manajemen untuk merekrut tenaga kontrak yang baru, koordinator aksi Demo, Iksan Tantowi menyatakan, kedatangan para buruh tidak lagi mendapat sambutan hangat dari perusahaan. Para buruh bahkan dipaksa untuk menandatangani perubahan kontrak dari buruh tetap menjadi buruh kontrak.
"Mulai tadi pagi pihak perusahaan sudah menutup pintu gerbang dan tidak mengijinkan para buruh untuk masuk, para buruh hanya diijinkan masuk jika bersedia menandatangani perubahan kontrak dari tenaga buruh tetap menjadi tenaga buruh kontrak. Hal ini jelas melanggar undang-undang karena tanpa adanya PHK dan tanpa adanya pemberian pesangon," ujarnya.
Menanggapi pengaduan para buruh, Ketua Komisi D DPRD Kota Denpasar, I Ketut Ceteg Rurung langsung melakukan pertemuan dengan 10 orang perwakilan buruh, namun Ketut Ceteg memastikan bahkan langsung mendatangi pihak manajemen PT. Mitra Garmen Indoraya (Animale) untuk mempertanyakan pihak manajemen dan meminta manajemen untuk kembali mempekerjakan para buruh.
Hasil pertemuan Komisi D DPRD Kota Denpasar dengan perwakilan para buruh, mereka sepakat langsung ke perusahaan (PT. Mitra Garmen Indoraya, red) untuk melakukan diskusi dengan pihak manajemen. (Mlt)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun